Ku melihat senyum yang manis itu
sedang mencoba membunuh ku. Terlihat 4 orang yang ikut tertawa di belakang nya.
Aku hanya bisa menahan ketakutan yang ku rasa kan. Pisau itu mendekati dada ku
yang sesak ini, semakin dekat dan ku tak tau apa yang harus ku lakukan
“haaaaaaaa!!!!!” teriak ku di atas tempat tidur ku yang empuk. Ku lihat di
sekeliling ku, matahari menyinari pagi ku, dengan suara jam weaker yang
bernyanyi. “Claire..bangun, ini sudah pagi Claire!!” teriak ibu ku yang
mengetuk pintu kamar ku. Bergegas ku berlari ke kamar mandi dan berharap mimpi
itu tak menghantui ku lagi. Selesai ku mengenakan pakaian ku, tanpa melihat
makanan yang tertata rapi di ruang makan, ku berlari mencari kunci mobil ku.
“Claire..apa kau tak mau sarapan pagi?!” ibu ku khawatir, “tak perlu mom, aku
sedang terburu2” aku yang siap untuk mengendarai mobil ku “bye mom, aku pergi
sekolah dulu” tambah ku. Waktu yang berjalan begitu cepat, seakan tak terasa
kalau aku sudah berada di depan parkiran sekolah ku yang sempit itu. Ku berlari ke kelas berharap, aku belum terlambat. Di
depan pintu kelas, sungguh mengejut kan yang ku lihat belum ada satu orang pun
di dalam kelas. “ada apa ini? Kenapa semua orang pada belum berdatangan?!”pikir
ku. Ku lihat jam yang melekat di tangan ku, ku lihat jarum pendek nya. Sungguh
tragis, yang ku lihat ternyata jam 6.30. “haaa….pantas saja semua orang pada
belum berdatangan..!” teriak ku di kelas yang sepi itu. Akhir nya ku putus kan
untuk pergi ke kantin saja, entah mengapa ku berlari sekencang-kencang yang ku
ingin kan, padahal satu orang pun tak mungkin berada di kantin. Bruuuaakk…”awww…” rintih ku yang
terduduk kesakitan, “kau tak apa-apa?” terlihat seseorang yang mengulur kan
tangan nya berarti ingin menolong ku. “oh..aku minta maaf, telah menabrak mu”
lanjut nya dengan senyum di bibir nya, “tidak..tak apa-apa, itu hanya aku yang
ceroboh” aku yang mencoba merapikan kembali baju ku dan berpikir “betapa bersyukur
nya aku menabrak pangeran yang tampan ini” pikir ku menatapi orang tersebut.
“oh iya..aku baru melihat mu berkeliaran di sini, apa kau murid baru”
Tanya ku ke cowok tersebut, “oh..itu,
iya aku anak baru di sini. Hari ini adalah hari pertama aku masuk ke sekolah
yang katanya populer ini” sambung nya dengan senyuman khas nya. “oh…baik lah,
kalau begitu kau bertemu dengan orang yang tepat” tambah ku yang mengulur kan
tangan untuk nya “nama ku Claire, Claire mcGlues” tambah ku dengan senyum
berarti di bibir ku “baiklah..nama ku harry, harry styles” sahut nya mengalah
kan senyum ku. “hey..bagaimana kalau kita jalan-jalan ke kantin dulu! Pasti
menyenang kan berjalan dengan anak baru” ku yang menarik tangan nya dan
berjalan bergandengan menuju kantin. “oh..hey Claire!”sapa nya lembut “yap..ada
apa har?” aku yang bertanya balik, “apa kau kenal dengan zayn, niall, louis,
liam??” Tanya nya. “oh..mereka? tentu saja aku mengenal nya, mereka teman baik
ku! Eh tunggu, kenapa kau mengenal mereka?” tambah ku yang penasaran. “ mereka
adalah teman2 ku yang hebat” tambah nya dengan suara lembut nya. Ku terdiam
sejenak dan reaksi ku mungkin seperti ini “whhhhaaaattt???!!!” teriak ku yang
terkejut. “ada apa Claire? Apa ada yang slah?” Tanya nya kepada ku. “huh?enggak
kok, aku hanya terkejut doang” sahut ku menghembus kan nafas tenang. Tak
seberapa lama akhir nya sampai juga kami di kantin, aku hanya mengajak harry
duduk dan bicara tentang sekolah dan pelajaran.
Memang sangat formal bagi ku,
tetapi itu lah hal-hal yang ada di pikiran ku. “oh iya har..zayn, niall, liam,
dan Louis itu teman lama mu ya?” Tanya ku keluar dari topic pembicaraan.
“iya..memang nya kenapa?” Tanya nya kepada ku. “e..e..enggak kok!” jawab ku
gugup, secara gitu di kantin hanya ada kami bertiga, penjaga kantin, aku, dan
harry. Setengah menit ku menunggu murid lain yang sedikit demi sedikit
berdatangan. Aku yang masih duduk di kantin bersama harry, melihat sahabat
karib ku. Yap, namanya Mary. “hay Claire..?” sapa nya mendekati ku. Di saat ia
mendekat, ku lihat wajah nya yang heran
melihat lelaki yang duduk di depan ku. “oke..udah lama kita duduk di sini nih,
gimana kalau aku tunjukan dimana kelas mu?” tanya ku ke harry. “em..baiklah..”
jwb nya lembut. Berjalan lah kami bertiga menuju ruang kelas yang di maksud
oleh harry.
“guys..aku ke toilet dulu
ya!” aku berlari menuju toilet
“tunggu claire!!!” teriak
mary memanggil ku
“aku sudah tak tahan mar! Kau
antar saja harry! Maupun ruangan nya kan udah dekat!” teriak ku menjauhi
mereka.
Mary POV
“huuft...claire! apa yang kau
pikir kan! Meninggal kan ku berdua harry! Oh my god!” pikir ku bingung.
“sudh lah mar..jangan di
pikir kan! Apa kau malu berjalan dengan ku?” harry yang memperhatikn ku.
“ah? Tidak kok! Aku tidak
malu berjalan dengan mu! Hanya saja....”
“apa?” sambung nya memotong
pembicaraan ku
“eh? Tidak kok! Sudah lah, oh
iya aku baru ingat kalau kamu satu kelas sama claire!”
“oh ya? Ehmm..aku penasaran
bagaimana claire sebenar nya!” terlihat snyum yang penasaran itu.
CLAIRE POV
Aku menatap diri ku sendiri
di depan cermin yang besar itu. “oke..sudah selesai!” ucap ku.
Aku yang terburu-buru untuk
keluar dari toilet tersebut tak sengaja menabrak seseorang.
“huu..kalo jalan jangan
seperti di kejar setan dong!” ucap nya dengan suara yang tak asing bagi ku.
“hiii...zayn! aku hanya ingin
segera masuk ke kelas! Maka nya aku terburu-buru!”
“kamu ini..! ah sudah lah, oh
iya claire hari ini teman ku datng loh. Dan lagi dia pindah ke sini! Otomatis
dia sekolah di sini! Apa kau sudah bertemu dengan nya?”
“apa maksud mu harry styles?”
“ya..ya harry! Hey mengapa
kau mengenal nya? Apa kau sudah bertemu dengn nya?”
“yayayaya..aku sudh bertemu
dengan nya!”
“asal kau tau claire,
perempuan2 di sekolah yg di tempati dia sebelum nya sangat banyak yang menyukai
nya! Yaaa..wjar saja”
“hehehe..maaf saja! Tapi aku
tak akan menyukai nya!”
“oh ya? Kau pasti menyesal!
Dia orang nya sangat baik claire!”
“oh..ayolah zayn! Apa hanya
karna dia aku harus berbicra dengan mu di depan toilet seperti ini?!”
“oke baiklah..maaf telah
membuat mu menjadi seperti ini!”
“oke..no prob zayn”
Segera aku bergegs pergi
menuju kelas ku yang membosan kan bgi ku. Pelajaran pertama Ekonomi, pelajaran
yang paling tak ku sukai. Selangkah ku dengar suara jejak kaki di depan kelas
kami. Tak salah lagi, suara langkah kaki ms. Gramier. Tangan ku masih tetap
menyanggah kepala ku dengan tatapan membosan kan.
“pagi anak2” sapa ms. Gramier
dengan suara lembut. Yap walaupun dia sangat baik, tapi jika peljaran tersebut
membosan kan bagi ku, huuuff...aku tetap tak akan suka.
“hari ini kita kedatangan
murid baru yang sangat tampan” lanjt nya menghadap seluruh siswa/i yg berada di
depan wajah nya.
“apakah dia?” pikir ku
Terdengar suara tapak kaki
itu memasuki kelas. Yang ku lihat ternyata benar dengan pikir ku sebelum nya.
“ini dia! Perkenal kan diri
mu” pinta ms. Gramier
“baik lah! Perkenal kan nama
ku harry styles. Senang bertemu dengan kalian” terlihat jelas mata nya yang
melihat ku terduduk di hadapan nya.
“wow..dia memang sngat
tampan!” bisik semua siswi yang berada di kelas.
“baik lah harry, kau boleh
duduk dengan ms. Claire. Jika kau tak keberatan claire.”
“what? Oh no, apa kah
mungkin...?” pikir ku terputus.
“hay claire..senang bertemu
dengan mu lagi! Pasti sangat menyenang kan dpat duduk bersama mu” senyum nya yg membuat pikiran ku menjadi
terhenti. Aku tak tau mengapa? Jika aku melihat, mendengar dia, tiba2 sja
jantung ku pun terasa mengikuti nya. “ahh..apa yang ku pikir kan!” batin ku
menolak.
Dua jam sesudah pelajran
selsai. Segera aku bergegas ingin pergi ke taman belakang sekolah.
“hay claire..kau mau kemana?”
tanya nya lugu
“aku hanya ingn ke taman
belakang sekolah! Apa kau mau ikut dengan ku?”
“oh..tentu! aku sangat senang
untuk berjalan bersama mu!”
“hahaha...kau kenapa har? Apa
kau demam? Kau terlalu sempurna untuk menemaniku ke taman”
“ha? tak masalah kok claire!”
Belum sempat ku melangkah kan
kaki ke depan pintu kelas, tiba2 saja segerombolan perempuan mengelilingi
harry. “aku tau jika aku tak pantas menjadi teman mu! Kau terlalu sempurna”
pikir ku.
Akhir nya ku putus kan untuk
berjalan sendiri menuju taman. Ku lihat banyak yang sbuk dengan urusan pribadi
nya. Akhir nya ku putus kan untuk beristirahat di bawah pohon yang lumayan
rindang. Duduk sendiri melihat danau yang lumayan besar, ku putus kan untuk makan
siang di bawah pemandangan yang indah tersebut.
“hay claire..hanya sendiri?”
tanya seseorang yang menepuk bahu ku.
“hay louis..ya aku hanya
sendiri! Dan kau?” tanya ku kembali
“ya aku juga! Hey..kau hanya
memakan itu sendiri? Kau sangat tak adil claire”
“hey..hey..ini bekalan ku
tau! Apa kau mau satu?”
“hahaha..aku hanya bercanda!
Ehm..baiklah, mungkin aku ingin mencoba nya satu.”
“hemmm...aneh”
“apa?”
“ehmm..tidak ada apa2! Ini..”
aku yang meberikan sepeotong kue kepada louis.
“ehmm..ini enak! Buatan ibu
mu memang sangat enak claire!”
“ini bukan buatan ibu ku!
Tapi ini buatan ku!”
“apa?” louis tersedak
“apa nya yang apa? Apa kau
tak percaya pada ku?”
“tidak..tidak..aku percaya!
Dan asal kan kau tau claire, ini sangat lezat!”
“mmm..iya..terima kasih louis”
“sma2”
Pagi yang memulai dengan keceriaan
di wajah ku saat aku bersama louis. Masih teringat bagaimana dulu aku menyukai
louis dan zayn secra bersamaan. Tapi sekarang aku tak ingin meraskan hal
tersebut lagi. Karna mungkin aku hanya akan menganggap mereka adalah teman yang
terbaik yang pernah ku temukan.
HARRY POV
“haduh..dimana claire?Di
sekolah sebesar ini aku tak mungkin dapat menemukan claire. Menemukan teman
lama ku saja tak bisa apa lagi menemui teman baru ku!”.
“hey itu harry”
Terdengar di telinga ku suara
yang tak asing lagi. Ku putus kan untuk menoleh ke sumber suara tersebut. Dan
apa yang ku lihat.
“hay harry...long time no
see” teriak nya dari kejahuan.
“hay zayn, niall, liam! Apa
kabar?”
“bagimana menurut mu?”
“oh ya..kalian kelihatan masih
hidup di sini!”
“bagaimna kasar nya kau
harry!” ejek liam
“hahaha..oh zayn! Kau tampak
berbeda! Apa kau sekarang telah menemukan pasangan mu?”
“ya aku t’lah menemukan nya!
Hanya saja itu tak mungkin untuk ku.
“oh..baiklah..siapa itu?”
tanya harry pensaran
“kau tau..dia perempuan yang
populer di sekolah ini! Dan dia sangat lah ramah! Gak seperti dia” jawb niall
sambil memandang sinis sherly.
“memang nya siapa niall?”
“karly caranone “
“oh baiklah! Apa klian
mengenal perempuan yang bernama claire mcglues?”
“claire? Tentu saja kami
mengenal nya har! Dia perempuan yang berada di atas karly!” jawb niall mulus.
“niall!!!” zayn terlihat tak
mau kalah.
“heheh..baiklah zayn! Dan
terus? Mengapa kau mencari claire?”
“aku hanya ingin meminta maaf
kepada nya saja!”
“memang nya kau berbuat apa?”
tanya liam bingung
“tidak..aku hanya meninggal
kan nya di kelas dan akhir nya dia pergi ke taman belakng sekolah katanya!”
jelas harry kepda ke 3 temannya.
“ohh...baik lah..mari kita
antar!” jwb zayn menarik tangan harry
Tak seberapa lama akhir nya
sampai lah harry, zayn. Nial, liam ke belakang taman.
“ha..itu mereka” niall
menunjuk ke arah louis dan claire.
“apa kah itu louis?” tanya
harry
“yup..itu louis! Mereka
berdua memang sahabat yg akrab” jelas zayn
“ouh...baiklah aku kesana
dulu ya! Bye..”
CLAIRE POV
Harry berjalan menuju tempat
claire dan louis bercanda gurau.
“hay..maaf mengganggu kalian”
sapa harry terhenti
“ah gak apa2 kok har! Ada
apa?”
pandangan ku langsung menatap mata harry
“aku hanya ingin minta maaf kok udah ninggalin kamu tadi di
kelas Claire!” jelas nya
“oh itu..enggak apa2 kok har, itu udah biasa buat aku!”
“jadi kalian berdua udah saling kenal nih?” Tanya Louis
“yaaa…begitulah” jawab ku singkat.
Tak seberapa lama bel pun berbunyi yang bertanda kelas masuk kembali.
Fisika pelajaran selanjut nya yang membuat aku menjadi makin kesal, walaupun
mata pelajaran yg ku benci dan ku hasil kan dengan nilai yang sempurna, tapi
bagi ku tetap saja menyusah kan.
Bagi ku waktu yang berlalu hari ini berjalan sangat lambat, walaupun
akhir nya semua pelajran telah selesai. Ku putus kan untuk pulang lebih awal.
Ku lihat seseorang menunggu di depan parkiran mobil ku.
“hay Claire” sapa nya melambaikan tangan
“hay juga har! Apa yang kau lakukan di sini?” Tanya ku sambil
melihat di sekeliling ku.
“ehmm…apakah aku boleh main ke rumah mu?”
“mm…boleh kok! Baiklah…kamu yang menyupir” pinta ku memberikan
kunci mobil ke harry.
“terima kasih Claire..”
“no prob”
Di dalm mobil aku dan harry hanya terdiam tak bersuara.
Membuat suasana menjadi kelihatan tegang.
“oh iya Claire..apa kau?” Tanya nya terputus
“ada apa?”
“eh..tidak!”
“aneh” aku tertawa melihat tingkah harry yg kelihatan gugup.
“aneh..ada apa dengan ku? Jika aku dekat dengan Harry, aku
hanya merasa nyaman dan tenang! Padahal aku kan baru ketemu sama dia!” pikir
ku.
Tak seberapa lama akhir nya sampai lah aku dan harry ke rumah
ku.
“mom..aku pulang!”
“iya claire..eh? siapa dia?”
bisik ibu ku
“oh..dia harry, teman sekolah
ku!”
“oh..harry, nama yang
bagus! ayo duduk dulu, kau pasti anak yang
beruntung!”
“oh ya? Kenapa bu?” tanya
harry
“soal nya claire tak pernah
membawa seorang lelaki sendirian, yaa paling tidak dia pernah membawa kawan
akrab nya louis, zayn, niall, dan liam!” jelas ibu ku dengan panjang dan lebar.
“oh..sudah lah mom! Aku ganti
baju dulu ya har, stelah itu kita langsung ke rumah mu!”
“iya..tapi buat apa kau ingin
ke rumah ku claire?” tanya nya heran
“apalagi? Aku ingin sekdar
jalan2 bersama mu! Dan tak mungkin kan kau berjalan bersama ku mengguna kan
baju sekolah seperti ini?!”
“oh..baiklah! tapi ini kan
masih terlalu awal?”
“awal? Lihat lah jam tangan
mu itu!”
Harry melihat jam tangan nya,
dan....
“what? Udah jam 3 sore...?? oh
baiklah claire, ini memang bukan pagi lagi”
HARRY POV
Memang agak lama menunggu
claire yang sedang ganti baju. Jadi sambil menunggu claire, aku berbicara
dengan ibu nya claire. Setelah lama aku menunggu claire, akhir nya selesai juga
dia ganti baju.
“baiklah..ayo kerumah ku!” ku
berdiri dan memnberi salam untuk ibu nya claire.
CLAIRE POV
“maaf ya har membuat mu
menunggu lama?”
“tidak..itu tak apa!”
Segera lah kami bergegas
menuju rumah harry, memang sengaja aku tak mengguna kan mobil. Jadi aku dan
harry berjlan kaki menuju rumah nya, kata harry “biar kan aku saja yang membawa
mobil, jadi kita jalan kaki saja menuju ke rumh ku”, Hanya kata2 itu yang ku
ingat.
Sekitar 30 menit kemudian
akhir nya aku pun sampai di kediaman styles.
“rumah yang cukup besar untuk
mu sendiri har!?” ucap ku sambil melihat sekelilingi pemandangan rumah harry.
“yaaa begitu lah..” jwab nya
yg sedang membuka pintu rumah nya.
Aku di suruh duduk sama harry
di depan tv yng lumayan besar itu. Ku tertengun melihat barang2 yang indah di
dalam rumah nya. Harry yang sedang berganti baju di kamr nya yang berada di
tingkat yang kedua. Hanya melihat rumah nya saja aku sudah terhibur, apalagi
bergaul dengan tuan rumah nya.
“baiklah claire..enak nya
kita jalan kemana ya?” tnya harry yang berada tepat di belakang ku.
“aku pun tak tau..kita jalan2
dekat pantai aja yuk?!” pinta ku yang masih melihat vas bunga yang terlihat
sangat indah.
“baiklah..hey claire? Apa kau
tak ingin melihat ke belakang?”
“iya..iya...yuk kita
pergi................” sambil membalikan badan ku dan....jujur sja aku terkejut
saat melihat harry yang berada di belakang ku. Tepat saat ku berbalik badan,
wjah ku sangat dekat dengan wajah harry. Otomatis mata kami pun sling
bertatapan.
“ehmm...harry?” aku membuka
pembicaraan.
“eh? Maaf claire!”
“mm..iya nggak apa2 kok!”
Setelah kejadian itu, ku
lihat harry yang hanya terdiam. Kami pun menuju ke tempat tujuan, yup di pantai. Sesampai di tujuan, aku tak tau
mengapa? Ku bertanya-tanya kepada diri ku sendiri, mengapa? Ada apa dengan diri
ku? Tangan ku tiba-tiba saja memeggang tangan harry. Dan aku mengajak harry ke
tepi pantai tersebut, banyak pengunjung yang menikmati pemandangan pantai. Di
bawah pohon kelapa yang rindang, aku mengajak harry duduk di bwah pohon
tersebut. Cuaca yg lumayan panas dan angin sepoy-sepoy yang menemani kami,
adalah Suasana yang indah di dekat bibir pantai.
“hey…harry?”
“ya! Ada apa Claire?”
“bisakah kita menikmati suasana yang indah ini sekali lagi?”
Tanya ku sambil melihat air laut yang berlomba-lomba.
“eh? maksud mu?”
“aku rasa terkadang hidup ini sangat membosan kan! Memang, aku
mempunyai segala yang aku punya, tapi aku belum mengerti arti sebuah kehidupan
tersebut, karena aku merasa sendiri dan kesepian..” jelas ku sambil bersandar
di bahu harry
“aku rasa kau salah Claire! Kau memang tidak dapat merasakan
arti sebuah kehidupan jika kau di dalam kegelapan, tapi..seseorang akan datng
dan membawa kebahagiaan untuk mu. Di saat itu lah kau tak ingin pisah dengan
seseorang tersebut, dan di saat itu lah kau dpat merasa kan arti penting nya
sebuah kehidupan” harry yang tiba2 memeggang tangan ku dan berkata..
“kau pantas mendapat kan orang yang sempurna di dalam hidup
mu! Jika kau tidak dapat menemukan nya, dia yang akan dtang menjemput mu!”
Dengan tatapan yang mendalam, aku langsung memalingkan wajah
ku kembali ke bibir pantai itu.
“hey har…kau tau kan bagaimana rasa nya jika perasaan mu tak
terbalas kan sama orang yang kau cintai?” Tanya ku kembali
“ya aku tau…dan sekrang aku sedang mengalami nya!” jwb nya
langsung terdiam
“memang nya siapa wanita yang kau cintai?”
“apa aku harus mengatakan nya pada mu juga?” Tanya nya sambil
mencubit hidung ku.
“harry!!!!..” teriak ku
Di sore saat matahari mulai tengelam, aku dan harry berlari di
bibir pantai tersebut.
Aku dapat
kan dia! Apakah mungkin dia yang akan menunjukan ku arti sebuah kehidupan? Di
saat aku berada di ujung tanduk, aku ingin di samping nya..
Mencoba
melupakan hal yang kita sukai memang lah tak mudah! Tapi aku bertekad akan
memulai kehidupan dengan kebahgiaan seperti apa yang dia sampai kan padaku!
Aku..aku..akan
mencoba hidup untuk diri nya!
Mimpi yang indah itu telah berakhir, sekarang aku harus
menghadapi dunia nyata ku sendiri.
“mom..aku pergi sekolah dulu ya” aku berpamitan kepada ibuku.
“Claire? Hari ini dia sangat berbeda! Aku ingin melihat anak
ku dapat tersenyum selama mungkin aku hidup!”batin ibuku berbicara dengan air
mata yang menetes dengan sendiri nya yang mempunyai arti tersendiri.
“mom? Kenapa? Kenpa kau menangis?” ku melihat dan mencoba
menghapus air mata itu.
Sengaja pagi ini aku berjalan kaki, yaa hitung2 dapat
kesehatan juga.
Tak terasa lama, aku pun sampai juga ke sekolah. Baru saja aku
memasuki kelas dan yang terjadi….
“hahaha…coba kau lihat itu! Claire, cewek populer, kaya, cuek,
dan perfeksionis itu pergi sekolah dengan berjalan kaki” teriak seorang cewek
yang memang membosan kan bagi ku untuk menyebut kan nama nya.
“hay Claire..kenpa kau tak menggunakan mobil mu! Apa kau sudah
jatuh miskin?” perempuan itu berdiri tepat di hadapan ku dengan pandangan yang
tak menyenang kan pula.
“tidak..aku hanya ingin berjalan kaki saja!” jwb ku singkat
sambil berpaling dan duduk di bangku ku.
“oh ya? Kau tau Claire, lelaki yang bernama harry itu jangan
pernah kau ganggu! Karena dia itu milikku!” ucap nya duduk di atas meja ku
dengan tatapan sinis nya.
“ada apa? Apa kau tak suka jika aku mendekati Claire!?” ucap
seorang pria yang berada di depan pintu sedang merangkul tas nya.
“ah? Harry?” pikir ku
“eh? tidak kok har! Hey..aku hanya ingin bercanda dengan
Claire saja har!” ucap nya merayu harry
“maaf..aku tak perduli tentang itu! Tapi siapa yang melarang
ku untuk bergaul?! Kau tau, aku sangat tidak suka di perintah!” ucap harry di
depan semua siswa/I yang berada di dalam kelas.
“ta..ta..tapi?” sherly terhenti
“sudah lah pulang saja sana ke kelas mu! Di sini bukan ruangan
mu!” ucap harry
“arrrgggg” bentak sherly yang tak tau harus berkata apa.
Harry langsung saja duduk di samping ku, diam, tanpa suara,
tapi itu membuat ku penasaran dengan apa yang terjadi.
Pelajaran telah berlangsung, harry tetap saja masih diam. “tak
pernah harry se cuek ini?” pikir ku menatap nya. Akhir nya ku putus kan
melanjutkan pelajaran tanpa berbicara sedikit pun dengan harry. Agak sulit bagi
ku, entah mengapa aku merasa ada sesuatu yang hilang dari diriku, di saat harry
tidak berbicara sedikit pun dengan ku. “oh iya Claire..nanti aku ingin bertemu
dengan mu di taman belakang sekolah” ucap harry dengan nada cuek.
“eh? baiklah! Har..kenpa dengan kamu? Apa kamu sakit?” Tanya
ku dengan gugup. “tidak..nanti saja kita bicara kan di taman!” ucapan nya yang
terlihat sedang bermaslah.
Tak seberapa lama, pelajaran telah selesai. Aku langsung
menuju taman belakang sekolah, ku lihat zayn yang sendirian di tengah2 taman
itu. Dengan wajah yang terlihat murung, dengan perasaan yang cemas, langsung
saja aku hampiri dia.
“zayn? Ada apa dengan mu? Kenpa kau tampak sedih?” Tanya ku
duduk di samping zayn.
“karly..dia selingkuh di belakang ku!”
“ha? Darimana kau tau?” Tanya ku terkejut
“aku melihat nya sendiri, di restoran dengan seorang pria yang
tampan dan kaya” ucap nya tak tahan menahan air mata nya, secara gitu karly
udah pacaran sama zayn selama 3 tahun.
“aku turut sedih zayn..”
Pembicaraan ku terpotong, aku merasakan seseorang yang memeluk
ku dengan air mata kekecewaan nya. Teman ku sendiri yang mengalami nya, aku tak
tau harus berbuat apa. Terdiam dan berpikir, “buat apa aku mempunyai cinta yang
selalu menyulit kan!” batin ku mengeluh. Di saat seperti itu ku lihat harry
yang menunggu ku di bawah pohon tempat menenangkan diri.
“sudah lah zayn…kau tau, hidup mu sangat lah panjang! Wanita
bukan hanya karly! Masih ada yang lain..” ucap ku menenangkan batin zayn.
“terima kasih Claire..kau adalah teman terbaik yg selalu
mengerti” ucap nya kembali menghapus air mata nya.
Terlihat di sisi yang berbeda, mary melihat ku dengan tatapan
sinis nya.
Aku tau perasaan mary, dia menyukai zayn sejak junior high
school. Aku bingung harus menemui siapa dulu, mary atau harry? Tapi aku tak mau
ada kesalah pahaman, jadi ku putus kan untuk menemui mary terlebih dahulu. “MARY!!!”
teriak ku mencoba mendekati nya.
“kenapa? Kenapa kau mendekati ku? Aku sangat tak senang
berteman dengan mu!” ucp nya berpaling dari ku.
“mary..aku tau perasaan mu! Aku minta maaf!” ucap ku meyakin
kan mary.
“jika kau tau perasaan ku! Kenapa kau mendekati zayn?! Kau tau
berapa lama aku harus menunggu zayn putus dari karly!? Apa kau tau betapa sakit
nya aku yang menahan rasa ku sendiri?” ucap nya mendorong diri ku hingga aku
terjatuh
“mary..dengar kan sebentar!” aku mencoba bangun.
“apalagi yang harus ku dengar! Itu sudah cukup membukti kan
untuk ku! Kau sahabat yang kejam!!” ucapan itu membuat semua orang melihat ku
dan mary.
Aku tak tau harus melakukan apa, aku menundukkan kepala ku dan
mendengar semua ocehan orang2 yang berada di sekeliling ku. “dia memang kejam! Shabat nya saja bilang
seperti itu! Dia hanya ingin berteman dengan orang yang berada selevel dengan
nya! Yang aku dengar dia juga mengambil harry dari sherly!” ucap semua orang yang berbisik-bisik dengan
kerabat di samping nya. Aku masih tertunduk, aku takut, aku masih menganggap
arti sebuah kehidupan itu tak berarti apa2.
“kenapa?! Kenapa?! Kenapa Claire? Apa kau malu jika image diri
mu menjadi rendah?! Aku tau kau tak pernah ingin bersahabat dengan ku! Aku tau
aku tak punya segala nya! Aku tak perduli jika kau merendah kah diri ku! Tapi
tolong, jangan ambil dia!” ucap mary dengan emosi yang mungkin tak dapat di
atur. Aku terdiam mendengar mary berbicara, karena aku tak pernah menilai
seseorang dengan jabatan nya. “mengapa Claire?! Mengapa kau hanya diam saja?
Kau menilai ku seperti itu kan?!” ucp nya hingga menetes kan air mata. Ku lihat
semakin ramai orang yang melihat kejadian ini. Satu langkah ku mendkati mary. tepat di hadapan nya, plak tangan ku menampar sahabat ku sendiri.
“aku tak pernah melakukan semua itu! Kau salah paham mar, aku
hanya lah perempuan biasa! Zayn hanya lah sahabat ku, aku hidup di dalam ke
kayaan yang membuat kalian membedakan aku sebagai orang yang kejam! Aku…aku…aku
hanya ingin menjadi orang yang baik di mata kalian! Aku menyesal telah membuat
mu berfikir seperti itu terhadap ku!” ucap ku terbata-bata, mencoba menahan
sakit yg ku rasa. Aku langsung terduduk menangis karena telah membuat orang2
berfikir seperti itu terhadap ku.
“Claire? Apa yang kau lakukan di sini?” Tanya seseorang yang
tidak asing lagi bagi ku.
“harry? Maaf aku tak dapat menemui mu di taman!” ucap ku masih
tertunduk tak dapat mengangkat wajah ku.
“itu tidak lah apa2 claire! Tapi kau..?”
“Claire..aku minta maaf telah salah paham terhadap mu, aku
menyesal!” ucap mary
“tidak apa2 mar..ini memang salah ku!”
“Claire!!” teriak seorang pria mendekati ku. Mereka Louis,
niall dan liam dan juga zayn.
“guys…aku menye…sal..!”
Kata2 ku terhenti, aku pingsan di dalam pelukan harry.
“Claire!!!” teriak harry.
Di dalam
mimpi yang indah dan berakhir dengan kesedihan, aku terbaring lemas di kasur
yang sempit dan menyakit kan itu. Terlihat harry, Louis, dan zayn mengantar kan
ku hingga ke ruang pasien. Aku tak sempat melihat ruangan apa yang ku masuki,
aku hanya di dorong oleh suster dan dokter.
“dok..aku teman nya! Aku ingin menemani nya!” teriak suara
pria tersebut.
“maaf..tidak bisa!” ucap dokter kepada pria tersebut.
Di sekeliling ku yang ku lihat hanya lah seseorang dengan
menggunakan baju putih dengan sarung tangan dan stetoskop nya. Aku rasa ini lah
terakhir aku melihat dunia, dan diri nya.
HARRY POV
“har…aku telpon ibu nya Claire dulu ya” ucap Louis.
“terserah lah Louis..aku sekarang tak tau apa yang ku rasa
kan” ku terduduk berharap masih ada nya kesempatan kehidupan untuk Claire.
“kau kenapa har? Seperti nya kau tau dengan apa yang di alami
Claire! Apa kau menyembunyi kan sesuatu dari kami?” Tanya zayn penasran.
“maaf kan aku telah menyembunyi kan maslah ini!” ucap ku
“ada apa? Ad apa dengan Claire?” Tanya niall
“ini baru ku ketahui tadi pagi!”
FLASHBACK
“Aku berencana menjemput Claire di rumah nya, tapi saat aku
sampai di rumah nya, ternyata Claire sudah pergi duluan. Aku tak tau mengapa,
karena aku ingin banyak tau tentang Claire, aku menanyakan sifat Claire ke ibu
nya. Kau tau apa yang ku dpat kan saat bertanya dengan ibu nya. Ibu nya
menangis, aku juga tidak tau mengapa? Aku sengaja mendekati ibu nya, dan
menenangkan perasaan nya. Sejenak aku terdiam memikir kan apa yang terjadi
dengan Claire. Ku dengar semua cerita yang di sampai kan ibu nya Claire. Memang
kehidupan yang menyakit kan jika aku menjadi Claire. Baru lah aku berpikir
mengapa Claire sangat tak memperdulikan kehidupan nya. Ayah nya meninggal
setelah kecelakaan pesawat, saat itu Claire masih berumur 5 tahun. Ibu nya
hanya terdiam menangis di dalam kamar nya, semenjak itu Claire tak pernah
mendapat kan kasih sayang yang penuh dari orang tua nya. Sesudah kejadian itu
juga, Claire menjadi lemah semangat. Dia selalu mencoba menghibur ibu nya, dengan
pertanyaan2 yang tak mungkin dpat di jawb oleh ibu nya. Aku tak tau mengapa? Di
saat Claire siap untuk masuk sekolah, dia mencoba menyenangkan hati ibu nya
dengan cara membanggakan ibunya dengan nilai2 yang di peroleh oleh Claire.”
Jelas ku masih tak tau apa yang harus ku bicara kan lagi, karena aku tak tahan
dengan semua yang di alami oleh Claire. Aku sendiri saja menyia-nyia kan
kehidupan ku sendiri. Aku tak perduli bagaimana sakit nya perasaan orang tua ku
sendiri. Karena aku tak pernah mengalami kejadian itu.
“har…ini memang sebuah ujian untuk mu! Walaupun kau adlah
orang yang baru di kenal Claire, tapi kau bisa membuat nya senang dan merasa
tidak sendirian!” ucap zayn mencoba menyemangat kan ku.
“iya har…berdo’a saja lah semoga Claire baik2 saja!” ucap
Louis
“iya..aku yakin Claire baik2 saja, karena tak mungkin orang
seceria dia harus..” perkataan niall terhenti karena terlalu percaya dengan
perkataan nya. Terduduk tak menerima teman nya yang di kenal nya sejak junior
high school sekarang terbaring di rumah sakit.
Tak seberapa lama, ibu Claire datang dengan wajah yang
kelihatan khawatir.
“bagimana keadaan Claire niall?” Tanya ibu Claire menahan
tangis nya.
“aku juga tidak tau bagaimana keadaan nya sekarang ini”
“oh Claire..ada apa dengan mu? Kenapa?” teriak nya di depan
pintu kamar Claire.
Detik, menit pun telah ku lewati tanpa satu orang pun yang
keluar dari kamar Claire.
Sekitar 45 menit kemudian, dokter pun keluar.
“bagimana dok dengan anak saya?” Tanya ibu Claire cemas.
“tenang bu, dia baik2 saja, hanya saja mungkin dia nggak makan
pagi, jadi kondisi tubuh nya melemah” ucap dokter itu tersenyum.
“apa??!!! Aku kira dia sakit kenapa, ternyata Cuma gara2 nggak
makan!” ucap niall tertwa.
“hahaha…harry?” terdengar tawa Claire yang berada tepat di
belakang ku.
CLAIRE POV
“hay har..?” Tanya ku melihat wajah harry yang khawatir.
“Claire?” dia memeluk ku sangat erat seakan tak ingin jauh
dari ku.
“wow..ternyata kau selama ini manyukai Claire ya har?” ucap
zayn
“kau tau Claire..kau sangat kejam dengan melakukan ini! Apa
jangan2 cerita yang di sampai kan ibu mu tadi pagi itu semua juga hanya kerjaan
mu saja?” ucap nya tertawa kecil
“ehmm..iya! tapi soal ayah ku, itu memang benar! Dan kau..”
“oh ayolah…jangan buat kami harus melihat kejadian ini!
Seharus nya hanya kalian berdua saja! Bukan kah ini mengganggu kalian kalau
kami disini?” ucap Louis merebah kan kedua tangan nya.
“Louis! Kau teman terbaik!” ucap ku sambil memeluk Louis
“oh..bagimana dengan kami? Kami mau kau apa kan?” ucap liam
mendekat.
“hahaha..kalian semua teman terbaik ku!”
Sore itu,
kejadian itu. Semua yang ku lalui dengan penyesalan dan kebahagiaan, akhir nya
menemukan jalan nya sendiri. Ibuku, Louis, niall, liam dan zayn memutus kan
untuk pulang duluan. Yup..tinggal aku berdua harry. Harry mengajak ku ke
pantai, tempat pertama saat aku dapat mengerti sebuah kehidupan. Sore telah
berganti malam dengan bulan yang terang di langit dan di temani bintang2 yang
indah menghiasi malam kami.
Pemandangan
di pantai saat malam hari…
Kau dapat
membayangkan nya kan?
Pantulan
cahaya bulan dan bintang di laut yang luas itu…
Berpegangan
tangan dengan orang yang kau cintai..
Menikmati
pemandangan tersebut dengan hembusan angin yang menenangkan diri..
Apakah
semua ini berakhir dengan kebahagiaan seperti ini?
Atau kah
dengan kesedihan yang menyakit kan?
Yang ku
pikir kan hanya lah…
Akhir nya
aku dapat pergi ke pantai ini untuk kedua kali nya bersama harry…
Ku tatap
mata harry yang bersinar terkena pantulan rembulan..
Dia
menatap kembali..
Dia
memeluk ku dengan kehangatan nya..
Duduk di
bawah sinar rembulan yang indah..
Harry
mencium ku di saat aku menatap nya..
Perasaan
yang tak ingin jauh dari nya..
Apakah
harry orang yang selama ini aku cari?
Pertanyaan
itu tumbuh dengan sendiri nya di hidup ku..
Di sekolah..
Ku lihat semua orang sibuk dengan selembar kertas. “hay
Claire!” sapa perempuan itu.
“hay..apa isi kertas itu? Mengapa kalian sangat kegirangan
saat membaca nya?” Tanya ku.
“ini pesta dansa yang di adakan di rumah harry styles! Kau tau,
semua orang ingin menikmati pesta tersebut bersama harry! Mungkin karena dia
tampan dan kaya!” ucap perempuan tersebut.
Aku terdiam sejenak, berpikir “ mengapa harry tak mengundang
ku?”.
“hay Claire..!?” sapa seorang pria yang tak lain adalah Louis.
“apa kau akan pergi malam ini ke rumah harry?” tambah nya
“aku mungkin tidak akan pergi lou, aku saja tidak mendapat kan
undangan itu!” ucap ku sambil duduk mengayun kan kedua kaki ku.
“ah? Tentu saja harry tak mengundang Claire..dia kan membawa
seorang gadis yang di jodoh kan ayah nya” batin Louis.
“hay Louis..kau tau mengapa harry tak mengundang ku? Padahal
semalam kami baru saja bersenang-senang!” ucap ku tetap memandang lurus
“aku ingin kau pergi malam ini Claire! Jadi kau pergi bersama
ku saja!” ucap Louis tampak khawatir.
“ah..tak perlu Louis, harry tak mengundang ku! Masa aku harus
pergi ke pesta nya? Nggak mungkin kan!?”
“aku mohon..jika kau pergi, kau akan tau mengapa harry tak
mengundang mu!”
“tapi….baiklah aku akan pergi!”
Saat matahari tengelam aku menunggu seseorang di depan rumah
ku.
Cukup lama aku menunggu nya, dan akhir nya dia datang juga.
Yup Louis yang menjemput ku.
Setengah jam kemudian akhir nya sampai juga aku dan Louis di
rumah harry yang megah, aku memang pernah memasuki rumah harry.
Saat aku memasuki ruangan tengah, terlihat ramai orang-orang
yang sibuk dengan pasangan nya.
“di sini ramai sekali lou!” ucap ku terasa malu.
“tak apa Claire” ucap nya meyakin kan ku.
Sekitar 20 menit, acara puncak pun di mulai. Ku lihat harry
menuruni tangga satu per satu di temani oleh seorang gadis yang cantik.
“ah? Tidak mungkin? Harry? Apakah mungkin?!” aku menutup mulut
ku dengan kedua telapak tangan ku karena tak percaya dengan apa yang ku lihat.
“Claire..kau tau siapa harry! Apa kau tak tau jika perempuan
tersebut telah di jodoh kan dengan harry?” ucap Louis memandang lurus pandangan
nya terhadap perempuan itu.
”dia adalah orang yang aku cintai, tapi aku harus merelakan
nya bertunangan bersama harry. Sebenar nya aku tak bisa menerima semua ini! Tapi..pada
hari ini juga mereka akan bertunangan di depan kita semua! Aku sebenar nya tak
bisa melepas kan dia bersama harry kalau bukan hanya gara2 perjodohan yang di
lakukan oleh orang tua nya layla! Harry sebenar nya tak tega melakukan semua
ini, karena dia tak pernah menyukai perjodohan apalagi gadis itu adalah milik
sahabt nya sendiri!” jelas Louis menahan kekesalan terhadap kedua orang tua
layla.
“Louis..aku hanya tak sanggup melihat semua ini! Aku..aku
ingin pergi saja dari sini!”
“jangan Claire…itu percuma! Jika kau keluar, harry akan
melihat mu!” Louis menahan ku.
HARRY POV
“apakah itu Claire?” pikir ku
“aku merasa bersalah dengan semua ini! Aku tak bisa menerima
semua ini!” hati ku terus merasa bersalah terhadap seseorang yang aku cintai.
Ku hentikan
langkah kaki ku
“ada apa har?” Tanya layla mendekati ku
“tidak..sebenar nya aku tak ingin ini semua terjadi! Aku tak
bisa menerima layla sebagai tunangan ku! Aku masih muda dad! aku ingin bersama dengan orang yang benar2 aku
cintai, tidak dengan cara ini!” teriak ku menuntut ayah ku sendiri.
CLAIRE POV
“harry….” Batin ku berbicara.
“aku..aku mencintai claire
dad..!” teriak harry menghadap ayah nya dan melihat diri ku.
“kau gila har! Apa yang kau
lakukan?! Jangan buat malu daddy mu ini!” ucap ayah harry sambil memarahi nya.
“aku tak bisa melakukan ini!
Aku tak mengetahui siapa layla! Yang aku tau layla adalah pacar louis, teman ku
sendiri! Aku tak bisa..aku tak bisa melakukan semua ini!” bentak harry bersujud
di hadapan ayah nya.
”harry..” ucap louis kecil
mengenggam tangan nya.
Ku lihat wajah ayah harry
terlihat gusar dan semakin terlihat memarah melihat kelakuan anak nya. Berbeda
dengan ibu nya harry, dia terlihat mengerti apa yang di rasa kan harry sekarang
ini.
“iya om..saya juga tidak bisa
menerima perjodohan ini! Yang di katakan harry memang benar, saya adalah pacar
teman nya dan saya sebenar nya tak ingin ini semua terjadi kalau bukan karena
orang tua saya!” layla membuka pembicaraan meyakin kan orang tua nya dan orang
tua harry. Keluarga layla memang lah sangat lah kaya dan terkenal.
“anak ku..ibu mengerti apa
yang kau rasa kan, ibu mengerti nak! Lakukan lah apa yang ingin kau lakukan
sekarang ini! Jangan pernah kau menyia-nyia kan orang yang kau cintai itu nak!”
ibu harry mendekati harry sambil memeluk nya.
“ibu..apa kau ingin bertemu
dengan wanita yang aku cintai? Dia sekarang berada di sini, aku ingin
memperkenal kan dia kepada kalian, hanya saja biasa kalian terlihat sibuk!”
harry menghapus air mata nya.
“baiklah harry..siapa wanita
tersebut? Tunjukan lah ke ayah dan ibu!”
Harry berlari mendekati ku,
tepat di depan ku dia berhenti. Menatap ku dengan senyuman saat pertama aku
menjumpai nya di sekolah, dengan hiasan air mata kebahagiaan, harry menarik
tangan ku dan berjalan menuju ke tempat kedua orang tua harry. Di depan ramai
nya orang yang menyaksikan kejadian malam ini.
“siapa nama mu? Siapa nama
orang tua mu?” tanya ayah harry meredakan kemarahan nya.
“eh? Nama ku claire mcglues,
nama ayah ku robert c. Mcglues! Aku minta maaf telah menghancur kan pesta
pertunangan ini! Jawab ku tak dapat mengangkat wjah ku sendiri.
“apa? Jangan2 kau? Apa ayah
mu meninggal karena kecelakaa pesawat?” tanya ayah harry semakin membuat ku
gugup dan tak mengerti, mengapa dia tau akan semua tentang ayah ku.
“iya..iya..memang nya kau
siapa ayah ku?”
“aku sangat senang dapat
bertemu dengan mu claire! Aku dulu adalah seorang bawahan ayah mu, dia adalah pemimpin
yang baik! Aku sangat senang kau adalah kekasih harry!” ucapan nya membuat ku
terkejut, di saat dia memeluk ku dan berkata lagi.
“ayah mu menitip kan kau
untuk anak ku, tapi ku pikir kau sudah meninggal karena kecelakaan itu juga.
Ternyata itu tak benar, kau masih berdiri di sini dan tanpa ku jodoh kan kau
ternyata memang sudah akrab dengan harry”
“dad...jangan lama2 aku di
sini!” ucap harry mengejek
“eh? Harry?”
“hahaha...bersenang-senang
lah kalian semua malam ini!” ucap ayah harry kepada semua orang yang berada di
ruangan pesta tersebut.
“hey claire..aku sangat
senang kau datang ke sini, dan maaf karena aku tak dapat mengundang mu!”
“itu lah maslah nya! Kau
kejam, karena tak mengundang ku!”
“maaf..maaf...hey, bagaimana
kalau kita berdansa berdua?” tangan harry memeggang kedua tangan ku.
Malam itu..
Kami berdansa berdua sampai larut malam..
Louis bersama layla terlihat bahagia..
Di malam itu juga lah..
Aku merasa tak ingin jauh dari harry..
Aku memeluk nya dengan perasaan takut...
Hidup ku terasa bahagia saat aku bersama harry...
Kehidupan ku berjalan seperti biasa..
Yang tak biasa, hanya lah..
Aku dapat bersama harry selama yang aku ingin kan...
Aku mencintai nya..
To be continue…
By: Nurul riesky arvianti
Next story :Antara aku dan
dia part 2 : who is she?
Note : thanks for read J
No comments:
Post a Comment