Wednesday, June 18, 2014

Water Lilly for sale

Contoh bunga
Contoh bunga {dilihat dari atas}

Foliage


Tanaman
Water lily white {Mungkin Nymphaea odorata}
sale tanaman utuh, size Big and Medium, murah aja Rp20.000 per tanaman big {siap bunga}dan R15.000 per med {belum ada flower bud}, ongkir bisa nego.
Interested? sms to +6289615552732 {Kalo mau basa basi juga gak apa}
Thanks

Tuesday, June 10, 2014

Store

Jual Amaryllis white w/ pale pink stripe bulb, 
Rp.5.000 perumbi kecil
Rp.7.000 perumbi sedang
Rp.10.000 perumbi besar

Jual Portulaca grandiflora ungu double flower cutting
Rp.1.000 per cm potongan {di hitung dari ujung tanaman}

ongkir dapat di negosiasikan

Jika minat silahkan hubungi :
Finnel
+6289615552732

Sunday, June 8, 2014

Sunday, May 11, 2014

Wednesday, March 19, 2014

Roses

Margaret Merill

Osiria

Double Delight

Imperatrice Sarah
Mr.Lincoln

Natsu and Lucy Moment

             
Serangan dari musuh, acnologia manusia yang berubah menjadi naga. Semua orang sedang mencoba menyelamatkan diri dari serangan naga jadi-jadian tersebut.
Seluruh guild bersembunyi di tempat teraman menurut mereka. Hanya natsu, lucy, dan happy yang mencoba bersembunyi di balik gua.
“mungkin disini kita akan aman dari serangan naga itu, aku tidak mau kejadian 7 tahun itu terjadi lagi!” ucap lucy memunggut kayu.
“huuu.....lebih baik kita bertarung saja melawan naga tersebut! Aku sudah sangat tidak tahan untuk bersembunyi!” gerutu natsu dengan tawa aneh nya.
“haaa? Lihatlah dirimu itu, kau sudah terluka parah seperti itu!” jawab lucy yang masih sibuk memunggut kayu.
“Eto..lucy, apa yg akan kau lakukan dengan kayu-kayu itu?” tanya happy yg berdiri disamping natsu.
“kita akan mencari tempat aman, seperti di dalam gua! Maka nya aku memunggut kayu ini untuk di jadikan api! Dan kenapa juga ya aku bisa ngikutin kalian!!!” teriak lucy serba salah.
                Natsu, happy, dan lucy massih berjalan menuju tempat untuk bersembunyi. Disaat lucy memunggut kayu, dia melihat ulat.
“kyyaaaaa!!!!” teriak lucy ketakutan.
“eh???” natsu dan happy terlihat heran.
Lucy terjatuh dan tetap berteriak entah ketakutan atau geli melihat ulat tersebut.
“haha....” natsu tertawa kecil, terlihat wajah natsu yg memerah.
“kau menyukai nya...” ejek happy mengetarkan lidah nya.
“diamlah!!” ucap natsu membuat happy lari dan menyadu ke lucy.
“lucy...natsu memarahi ku!” gumam happy yg terbang ke arah lucy.
“natsu kau tidak boleh seperti itu!” ujar lucy meletakkan kedua tangan nya di pinggang.
“aku tidak melakukan nya!” jawab natsu terlihat antara marah dan malu.
                Berjalan cukup jauh, akhir nya mereka menemukan sebuah gua.
“kita akan berlindung disini dulu!” ucap lucy.
Natsu dan happy pun memasuki gua tersebut.
“lucy? Dimana kayu-kayu yang kau kumpulkan tadi??” tanya happy.
“eh? Kalian tidak membantu ku membawa nya! Dan gara-gara ulat tadi, aku jadi takut untuk membawa kayu-kayu itu!” gerutu lucy.
                Sore telah berganti malam, udara di dalam gua semakin sejuk.
Lucy yang menghadap happy, sedangkan natsu berada di luar gua untuk berjaga-jaga.
“sejukk!” ucap happy.
“sini biar aku peluk!” ujar lucy memeluk happy.
“terima kasih lucy!” gumam happy tersenyum.
Tiba-tiba sebuah syal melilit di leher lucy, happy terlepas. Natsu memeluk lucy dengan balutan syal nya. Happy hanya melihat natsu yang memeluk lucy.
“apa yg kau lakukan?” ucap lucy dengan wajah memerah.
“tidak....!” ucap natsu yg masih memeluk lucy.
Happy hanya terdiam di hadapan lucy dan natsu.
“happy?” tanya lucy, tetapi happy hanya terdiam.
“happy.....kemarilah..” ujar lucy dengan senyum, natsu pun tersenyum.
                Mereka tertidur bersama lucy di pelukkan natsu, happy di pelukkan lucy.
Pagi telah menjelang, lucy dan happy belum terbangun. Terlihat natsu yang duduk di depan lucy.
Natsu mencium bibir lucy disaat lucy tertidur, dan dia menghilang.
Beberapa menit kemudian...
Lucy tersadar dari tidur nya, ia merasakan natsu yg mencium nya barusan.
Tapi disaat dia melihat disekitar nya, natsu sudah tak berada di samping nya, hanya happy lah yang berada disana.
Syal natsu masih berada di leher lucy, lucy berlari menuju ke sebuah jurang yang tidak terlalu jauh dari tempat persembunyian nya.
Terlihat ledakan yang cukup besar.
“api? Natsu? Apakah itu kau?” batin lucy merasa bimbang.
“happy!! Bawa aku ke tempat ledakan tersebut!” ujar lucy menyuruh happy.
“max speed!!!” teriak happy.
Ledakan yang dikarenakan natsu melawan acnologia, membuat sebuah lubang raksasa disana. Terlihat natsu yang terlempar jauh dari tempat kejadian itu.
“turunkan aku disana!” ujar lucy.
“natsu? Apa yang kau lakukan!!” batin lucy melihat natsu yang terbaring tak mampu lagi untuk bertarung.
“natsu bangunlah natsu!” teriak lucy memeluk natsu.
Masih terlihat acnologia terbang di atas kepala lucy dan natsu.
Naga tersebut turun mendekati lucy.
“berakhir sudah!!” batin lucy menangis.
“menghilang!!!!” teriak lucy terhadap naga tersebut.
                Ledakan besar tepat di mengenai lucy.
“aku akan selalu berada disamping mu natsu!!” ucap lucy terbatah-batah.
Untuk sekali lagi, acnologia menghilang entaah kemana.
“natsu......!!! lucy!!!!!!” teriak happy menangis.

7 tahun kemudian......

Terlihat natsu yang terduduk di samping lucy. Menunggu selama 7 tahun.
“lucy bangunlah! Aku tau kau masih hidup!!” batin natsu melihat lucy terbaring tak berdaya.
“aku ingin melihat senyum mu dan mata mu yang berwarna coklat itu lagi disaat pertama kau sadarkan diri!” ucap natsu.
“lucy itu tidak akan sadarkan diri lagi! Dia itu sudah mati!” ucap gray.
“sial kau gray!! Lucy itu masih hidup! Dan aku masih bisa merasakan sihir nya!!” jawab natsu tak mau kalah.
“7 tahun dia tertidur, apakah mungkin dia masih hidup!!!” ujar gray yang tak mau kalah.
“aku percaya lucy masih hidup!!!” gumam natsu.
“hhuuuufttt....aku tak percaya kata-kata mu gray!” ucap natsu yang masih berada di rumah lucy.
Terlihat lucy yang terduduk di tempat tidur nya. Selama 7 tahun, wajah itu kembali lagi, mata berwarna coklat itu terlihat.
“lucy...aku tau kau masih hi....” ucap natsu yang terlihat senang.
“siapa kau?” tanya lucy yang melihat natsu berada dirumah nya.
“kau sudah bangun sepenuh nya kan lucy?” tanya natsu tak percaya.
“aku tak mengenal mu dan aku berada dimana sekarang ini!!” teriak lucy terlihat membenci natsu.
“kau pasti hanya bercanda kan?” tanya natsu.
“ah sudahlah...aku akan memberi tau kan semua orang kalau lucy telah sadarkan diri!” ucap natsu sedih di balik senyuman nya. Natsu pun membalikkan badan nya dan bruaak..
Tepat menabrak pintu rumah lucy...
“hehe...aku tidak melihat nya!” ucap natsu menutup wajah nya dengan perasaan campur aduk.
                Natsu berajalan menuju guild fairy tail, tapi kedua kaki nya masih tidak mampu berjalan saat ia mendengar jika lucy tidak mengenal siapa dia. Natsu memukul dinding yang berada di samping nya dan dia tetap berjalan hingga dia terjatuh..
“sial...mengapa dia tidak mengenal ku!!” ucap natsu menangis.

1 minggu kemudian....

Lucy sudah kembali ke guild, dengan senyum yang ia miliki. Tetapi dia tidak akur dengan natsu, lucy ternyata telah berkencan dengan gray.

“katakanlah yang sebenar nya natsu!” ucap mirajane yang terlihat sedih akan keadaan natsu.
“aku tidak bisa mengatakan nya! Jika aku mengatakan nya, senyuman itu akan menghilanhg karna ulah ku!” jawab natsu menghapus air mata nya.
“dia tersenyum untuk orang yang salah! Seharus nya itu adalah dirimu...! maka nya, katakanlah yg sebenar nya!!” gumam mirajane menyemangati natsu.
“yosh...baiklah!!” ucap natsu bersemangat.

Terlihat lucy yang sedang berjalan pulang menuju rumah nya setelah dia berkencan dengan gray.
aku memutuskan untuk pergi saja dari hidup gray!” batin lucy.
Disaat lucy membuka pintu rumah nya...
“yoo...sudah pulang ya?” tanya natsu yang duduk menyapa lucy.
“apa yang kau lakukan dirumah ku!!!!” teriak lucy melemparkan bunga yang diberikan gray ke arah natsu.
“oh...apakah bunga ini dari gray?!! Aku akan memakan nya!!” terlihat natsu yang membakar bunga tersebut lalu dimakan nya.
“bodoh!!! Jangan dimakan!!!” teriak lucy terlihat kesal.
“lucy...” ucap natsu mendekati lucy.
“jangan mendekat!” ucap lucy.
Tangan natsu menyentuh dinding, lucy terpojok.
“dia sangat dekat!” batin lucy. Terlihat wajah nya yg memerah.
“jika kau tidak bisa mengingat ku, aku akan membuat mu mengingat nya kembali!” ucap natsu berbisik di telinga lucy.
Natsu mencium bibir lucy, lucy hanya terdiam entah mengapa.
“kenapa perasaan ini sangat aneh? Aku merasa perasaan yang tidak asing lagi!” batin lucy.
Malam itu entah apa yang terjadi....
Terlihat lucy yang tersadar dari tidur nya.
“ehmm? Kyaaaaaa!!!” teriak lucy.
“aku tidur dengan nya??” batin lucy.
Terlihat natsu yang tertidur dengan nyenyak.
“natsu sangat lucu saat ia sedang tertidur! Aku ingin mengingat nya kembali tentang kenangan yg hilang itu!” batin lucy mengingat senyuman natsu.
Natsu terbangu dari tidur nya...
“pagi lucy!!” ucap natsu menyapa lucy.
“kyaaaa!!! Pergi kau!!” teriak lucy menendang natsu keluar dari rumah nya melalui jendela kamar nya.
“natsu sekarang ada dimana ya??” tanya happy tak sengaja melihat natsu yg terjatuh tepat di atas kepala nya.
“kyyaaaaaaa...happy...selamatkan aku!!!” teriak natsu..
Dan bruaaakkk ...
Happy tertindih oleh badan natsu...
“apakah dia baik2 saja?” tanya lucy di dalam hati nya.
“hey...menyingkirlah dari kucing itu! Kasihan dia, dasar pervent” ucap seorang pria.
“kau pervent!” ucap seorang wanita menampar natsu.
“kasihan kucing yang kau timpa itu!” ucap seorang warga lagi.

hehe...aku senang kau bisa mengingat nya lagi lucy.....”
Natsu tersenyum ke arah lucy, wajah merah merona pun menyelimuti lucy.

The End.

Meet the writer:









Tuesday, February 4, 2014

Antara aku dan Dia

            Ku melihat senyum yang manis itu sedang mencoba membunuh ku. Terlihat 4 orang yang ikut tertawa di belakang nya. Aku hanya bisa menahan ketakutan yang ku rasa kan. Pisau itu mendekati dada ku yang sesak ini, semakin dekat dan ku tak tau apa yang harus ku lakukan “haaaaaaaa!!!!!” teriak ku di atas tempat tidur ku yang empuk. Ku lihat di sekeliling ku, matahari menyinari pagi ku, dengan suara jam weaker yang bernyanyi. “Claire..bangun, ini sudah pagi Claire!!” teriak ibu ku yang mengetuk pintu kamar ku. Bergegas ku berlari ke kamar mandi dan berharap mimpi itu tak menghantui ku lagi. Selesai ku mengenakan pakaian ku, tanpa melihat makanan yang tertata rapi di ruang makan, ku berlari mencari kunci mobil ku. “Claire..apa kau tak mau sarapan pagi?!” ibu ku khawatir, “tak perlu mom, aku sedang terburu2” aku yang siap untuk mengendarai mobil ku “bye mom, aku pergi sekolah dulu” tambah ku. Waktu yang berjalan begitu cepat, seakan tak terasa kalau aku sudah berada di depan parkiran sekolah ku yang sempit itu. Ku berlari ke kelas berharap, aku belum terlambat. Di depan pintu kelas, sungguh mengejut kan yang ku lihat belum ada satu orang pun di dalam kelas. “ada apa ini? Kenapa semua orang pada belum berdatangan?!”pikir ku. Ku lihat jam yang melekat di tangan ku, ku lihat jarum pendek nya. Sungguh tragis, yang ku lihat ternyata jam 6.30. “haaa….pantas saja semua orang pada belum berdatangan..!” teriak ku di kelas yang sepi itu. Akhir nya ku putus kan untuk pergi ke kantin saja, entah mengapa ku berlari sekencang-kencang yang ku ingin kan, padahal satu orang pun tak mungkin berada di kantin. Bruuuaakk…”awww…” rintih ku yang terduduk kesakitan, “kau tak apa-apa?” terlihat seseorang yang mengulur kan tangan nya berarti ingin menolong ku. “oh..aku minta maaf, telah menabrak mu” lanjut nya dengan senyum di bibir nya, “tidak..tak apa-apa, itu hanya aku yang ceroboh” aku yang mencoba merapikan kembali baju ku dan berpikir “betapa bersyukur nya aku menabrak pangeran yang tampan ini” pikir ku menatapi orang tersebut.
“oh iya..aku baru melihat mu berkeliaran di sini, apa kau murid baru” Tanya ku ke cowok tersebut,   “oh..itu, iya aku anak baru di sini. Hari ini adalah hari pertama aku masuk ke sekolah yang katanya populer ini” sambung nya dengan senyuman khas nya. “oh…baik lah, kalau begitu kau bertemu dengan orang yang tepat” tambah ku yang mengulur kan tangan untuk nya “nama ku Claire, Claire mcGlues” tambah ku dengan senyum berarti di bibir ku “baiklah..nama ku harry, harry styles” sahut nya mengalah kan senyum ku. “hey..bagaimana kalau kita jalan-jalan ke kantin dulu! Pasti menyenang kan berjalan dengan anak baru” ku yang menarik tangan nya dan berjalan bergandengan menuju kantin. “oh..hey Claire!”sapa nya lembut “yap..ada apa har?” aku yang bertanya balik, “apa kau kenal dengan zayn, niall, louis, liam??” Tanya nya. “oh..mereka? tentu saja aku mengenal nya, mereka teman baik ku! Eh tunggu, kenapa kau mengenal mereka?” tambah ku yang penasaran. “ mereka adalah teman2 ku yang hebat” tambah nya dengan suara lembut nya. Ku terdiam sejenak dan reaksi ku mungkin seperti ini “whhhhaaaattt???!!!” teriak ku yang terkejut. “ada apa Claire? Apa ada yang slah?” Tanya nya kepada ku. “huh?enggak kok, aku hanya terkejut doang” sahut ku menghembus kan nafas tenang. Tak seberapa lama akhir nya sampai juga kami di kantin, aku hanya mengajak harry duduk dan bicara tentang sekolah dan pelajaran.
Memang sangat formal bagi ku, tetapi itu lah hal-hal yang ada di pikiran ku. “oh iya har..zayn, niall, liam, dan Louis itu teman lama mu ya?” Tanya ku keluar dari topic pembicaraan. “iya..memang nya kenapa?” Tanya nya kepada ku. “e..e..enggak kok!” jawab ku gugup, secara gitu di kantin hanya ada kami bertiga, penjaga kantin, aku, dan harry. Setengah menit ku menunggu murid lain yang sedikit demi sedikit berdatangan. Aku yang masih duduk di kantin bersama harry, melihat sahabat karib ku. Yap, namanya Mary. “hay Claire..?” sapa nya mendekati ku. Di saat ia mendekat, ku lihat wajah nya yang heran melihat lelaki yang duduk di depan ku. “oke..udah lama kita duduk di sini nih, gimana kalau aku tunjukan dimana kelas mu?” tanya ku ke harry. “em..baiklah..” jwb nya lembut. Berjalan lah kami bertiga menuju ruang kelas yang di maksud oleh harry.
“guys..aku ke toilet dulu ya!” aku berlari menuju toilet
“tunggu claire!!!” teriak mary memanggil ku
“aku sudah tak tahan mar! Kau antar saja harry! Maupun ruangan nya kan udah dekat!” teriak ku menjauhi mereka.
Mary POV
“huuft...claire! apa yang kau pikir kan! Meninggal kan ku berdua harry! Oh my god!” pikir ku bingung.
“sudh lah mar..jangan di pikir kan! Apa kau malu berjalan dengan ku?” harry yang memperhatikn ku.
“ah? Tidak kok! Aku tidak malu berjalan dengan mu! Hanya saja....”
“apa?” sambung nya memotong pembicaraan ku
“eh? Tidak kok! Sudah lah, oh iya aku baru ingat kalau kamu satu kelas sama claire!”
“oh ya? Ehmm..aku penasaran bagaimana claire sebenar nya!” terlihat snyum yang penasaran itu.
CLAIRE POV
Aku menatap diri ku sendiri di depan cermin yang besar itu. “oke..sudah selesai!” ucap ku.
Aku yang terburu-buru untuk keluar dari toilet tersebut tak sengaja menabrak seseorang.
“huu..kalo jalan jangan seperti di kejar setan dong!” ucap nya dengan suara yang tak asing bagi ku.
“hiii...zayn! aku hanya ingin segera masuk ke kelas! Maka nya aku terburu-buru!”
“kamu ini..! ah sudah lah, oh iya claire hari ini teman ku datng loh. Dan lagi dia pindah ke sini! Otomatis dia sekolah di sini! Apa kau sudah bertemu dengan nya?”
“apa maksud mu harry styles?”
“ya..ya harry! Hey mengapa kau mengenal nya? Apa kau sudah bertemu dengn nya?”
“yayayaya..aku sudh bertemu dengan nya!”
“asal kau tau claire, perempuan2 di sekolah yg di tempati dia sebelum nya sangat banyak yang menyukai nya! Yaaa..wjar saja”
“hehehe..maaf saja! Tapi aku tak akan menyukai nya!”
“oh ya? Kau pasti menyesal! Dia orang nya sangat baik claire!”
“oh..ayolah zayn! Apa hanya karna dia aku harus berbicra dengan mu di depan toilet seperti ini?!”
“oke baiklah..maaf telah membuat mu menjadi seperti ini!”
“oke..no prob zayn”
Segera aku bergegs pergi menuju kelas ku yang membosan kan bgi ku. Pelajaran pertama Ekonomi, pelajaran yang paling tak ku sukai. Selangkah ku dengar suara jejak kaki di depan kelas kami. Tak salah lagi, suara langkah kaki ms. Gramier. Tangan ku masih tetap menyanggah kepala ku dengan tatapan membosan kan.
“pagi anak2” sapa ms. Gramier dengan suara lembut. Yap walaupun dia sangat baik, tapi jika peljaran tersebut membosan kan bagi ku, huuuff...aku tetap tak akan suka.
“hari ini kita kedatangan murid baru yang sangat tampan” lanjt nya menghadap seluruh siswa/i yg berada di depan wajah nya.
“apakah dia?” pikir ku
Terdengar suara tapak kaki itu memasuki kelas. Yang ku lihat ternyata benar dengan pikir ku sebelum nya.
“ini dia! Perkenal kan diri mu” pinta ms. Gramier
“baik lah! Perkenal kan nama ku harry styles. Senang bertemu dengan kalian” terlihat jelas mata nya yang melihat ku terduduk di hadapan nya.
“wow..dia memang sngat tampan!” bisik semua siswi yang berada di kelas.
“baik lah harry, kau boleh duduk dengan ms. Claire. Jika kau tak keberatan claire.”
“what? Oh no, apa kah mungkin...?” pikir ku terputus.
“hay claire..senang bertemu dengan mu lagi! Pasti sangat menyenang kan dpat duduk bersama mu”  senyum nya yg membuat pikiran ku menjadi terhenti. Aku tak tau mengapa? Jika aku melihat, mendengar dia, tiba2 sja jantung ku pun terasa mengikuti nya. “ahh..apa yang ku pikir kan!” batin ku menolak.
Dua jam sesudah pelajran selsai. Segera aku bergegas ingin pergi ke taman belakang sekolah.
“hay claire..kau mau kemana?” tanya nya lugu
“aku hanya ingn ke taman belakang sekolah! Apa kau mau ikut dengan ku?”
“oh..tentu! aku sangat senang untuk berjalan bersama mu!”
“hahaha...kau kenapa har? Apa kau demam? Kau terlalu sempurna untuk menemaniku ke taman”
“ha? tak masalah kok claire!”
Belum sempat ku melangkah kan kaki ke depan pintu kelas, tiba2 saja segerombolan perempuan mengelilingi harry. “aku tau jika aku tak pantas menjadi teman mu! Kau terlalu sempurna” pikir ku.
Akhir nya ku putus kan untuk berjalan sendiri menuju taman. Ku lihat banyak yang sbuk dengan urusan pribadi nya. Akhir nya ku putus kan untuk beristirahat di bawah pohon yang lumayan rindang. Duduk sendiri melihat danau yang lumayan besar, ku putus kan untuk makan siang di bawah pemandangan yang indah tersebut.
“hay claire..hanya sendiri?” tanya seseorang yang menepuk bahu ku.
“hay louis..ya aku hanya sendiri! Dan kau?” tanya ku kembali
“ya aku juga! Hey..kau hanya memakan itu sendiri? Kau sangat tak adil claire”
“hey..hey..ini bekalan ku tau! Apa kau mau satu?”
“hahaha..aku hanya bercanda! Ehm..baiklah, mungkin aku ingin mencoba nya satu.”
“hemmm...aneh”
“apa?”
“ehmm..tidak ada apa2! Ini..” aku yang meberikan sepeotong kue kepada louis.
“ehmm..ini enak! Buatan ibu mu memang sangat enak claire!”
“ini bukan buatan ibu ku! Tapi ini buatan ku!”
“apa?” louis tersedak
“apa nya yang apa? Apa kau tak percaya pada ku?”
“tidak..tidak..aku percaya! Dan asal kan kau tau claire, ini sangat lezat!”
“mmm..iya..terima kasih louis”
“sma2”
Pagi yang memulai dengan keceriaan di wajah ku saat aku bersama louis. Masih teringat bagaimana dulu aku menyukai louis dan zayn secra bersamaan. Tapi sekarang aku tak ingin meraskan hal tersebut lagi. Karna mungkin aku hanya akan menganggap mereka adalah teman yang terbaik yang pernah ku temukan.
HARRY POV
“haduh..dimana claire?Di sekolah sebesar ini aku tak mungkin dapat menemukan claire. Menemukan teman lama ku saja tak bisa apa lagi menemui teman baru ku!”.
“hey itu harry”
Terdengar di telinga ku suara yang tak asing lagi. Ku putus kan untuk menoleh ke sumber suara tersebut. Dan apa yang ku lihat.
“hay harry...long time no see” teriak nya dari kejahuan.
“hay zayn, niall, liam! Apa kabar?”
“bagimana menurut mu?”
“oh ya..kalian kelihatan masih hidup di sini!”
“bagaimna kasar nya kau harry!” ejek liam
“hahaha..oh zayn! Kau tampak berbeda! Apa kau sekarang telah menemukan pasangan mu?”
“ya aku t’lah menemukan nya! Hanya saja itu tak mungkin untuk ku.
“oh..baiklah..siapa itu?” tanya harry pensaran
“kau tau..dia perempuan yang populer di sekolah ini! Dan dia sangat lah ramah! Gak seperti dia” jawb niall sambil memandang sinis sherly.
“memang nya siapa niall?”
“karly caranone “
“oh baiklah! Apa klian mengenal perempuan yang bernama claire mcglues?”
“claire? Tentu saja kami mengenal nya har! Dia perempuan yang berada di atas karly!” jawb niall mulus.
“niall!!!” zayn terlihat tak mau kalah.
“heheh..baiklah zayn! Dan terus? Mengapa kau mencari claire?”
“aku hanya ingin meminta maaf kepada nya saja!”
“memang nya kau berbuat apa?” tanya liam bingung
“tidak..aku hanya meninggal kan nya di kelas dan akhir nya dia pergi ke taman belakng sekolah katanya!” jelas harry kepda ke 3 temannya.
“ohh...baik lah..mari kita antar!” jwb zayn menarik tangan harry
Tak seberapa lama akhir nya sampai lah harry, zayn. Nial, liam ke belakang taman.
“ha..itu mereka” niall menunjuk ke arah louis dan claire.
“apa kah itu louis?” tanya harry
“yup..itu louis! Mereka berdua memang sahabat yg akrab” jelas zayn
“ouh...baiklah aku kesana dulu ya! Bye..”
CLAIRE POV
Harry berjalan menuju tempat claire dan louis bercanda gurau.
“hay..maaf mengganggu kalian” sapa harry terhenti
“ah gak apa2 kok har! Ada apa?” pandangan ku langsung menatap mata harry
“aku hanya ingin minta maaf kok udah ninggalin kamu tadi di kelas Claire!” jelas nya
“oh itu..enggak apa2 kok har, itu udah biasa buat aku!”
“jadi kalian berdua udah saling kenal nih?” Tanya Louis
“yaaa…begitulah” jawab ku singkat.
Tak seberapa lama bel pun berbunyi yang bertanda kelas masuk kembali. Fisika pelajaran selanjut nya yang membuat aku menjadi makin kesal, walaupun mata pelajaran yg ku benci dan ku hasil kan dengan nilai yang sempurna, tapi bagi ku tetap saja menyusah kan.
Bagi ku waktu yang berlalu hari ini berjalan sangat lambat, walaupun akhir nya semua pelajran telah selesai. Ku putus kan untuk pulang lebih awal. Ku lihat seseorang menunggu di depan parkiran mobil ku.
“hay Claire” sapa nya melambaikan tangan
“hay juga har! Apa yang kau lakukan di sini?” Tanya ku sambil melihat di sekeliling ku.
“ehmm…apakah aku boleh main ke rumah mu?”
“mm…boleh kok! Baiklah…kamu yang menyupir” pinta ku memberikan kunci mobil ke harry.
“terima kasih Claire..”
“no prob”
Di dalm mobil aku dan harry hanya terdiam tak bersuara. Membuat suasana menjadi kelihatan tegang.
“oh iya Claire..apa kau?” Tanya nya terputus
“ada apa?”
“eh..tidak!”
“aneh” aku tertawa melihat tingkah harry yg kelihatan gugup.
“aneh..ada apa dengan ku? Jika aku dekat dengan Harry, aku hanya merasa nyaman dan tenang! Padahal aku kan baru ketemu sama dia!” pikir ku.
Tak seberapa lama akhir nya sampai lah aku dan harry ke rumah ku.
“mom..aku pulang!”
“iya claire..eh? siapa dia?” bisik ibu ku
“oh..dia harry, teman sekolah ku!”
“oh..harry, nama yang bagus!  ayo duduk dulu, kau pasti anak yang beruntung!”
“oh ya? Kenapa bu?” tanya harry
“soal nya claire tak pernah membawa seorang lelaki sendirian, yaa paling tidak dia pernah membawa kawan akrab nya louis, zayn, niall, dan liam!” jelas ibu ku dengan panjang dan lebar.
“oh..sudah lah mom! Aku ganti baju dulu ya har, stelah itu kita langsung ke rumah mu!”
“iya..tapi buat apa kau ingin ke rumah ku claire?” tanya nya heran
“apalagi? Aku ingin sekdar jalan2 bersama mu! Dan tak mungkin kan kau berjalan bersama ku mengguna kan baju sekolah seperti ini?!”
“oh..baiklah! tapi ini kan masih terlalu awal?”
“awal? Lihat lah jam tangan mu itu!”
Harry melihat jam tangan nya, dan....
“what? Udah jam 3 sore...?? oh baiklah claire, ini memang bukan pagi  lagi”
HARRY POV
Memang agak lama menunggu claire yang sedang ganti baju. Jadi sambil menunggu claire, aku berbicara dengan ibu nya claire. Setelah lama aku menunggu claire, akhir nya selesai juga dia ganti baju.
“baiklah..ayo kerumah ku!” ku berdiri dan memnberi salam untuk ibu nya claire.
CLAIRE POV
“maaf ya har membuat mu menunggu lama?”
“tidak..itu tak apa!”
Segera lah kami bergegas menuju rumah harry, memang sengaja aku tak mengguna kan mobil. Jadi aku dan harry berjlan kaki menuju rumah nya, kata harry “biar kan aku saja yang membawa mobil, jadi kita jalan kaki saja menuju ke rumh ku”, Hanya kata2 itu yang ku ingat.
Sekitar 30 menit kemudian akhir nya aku pun sampai di kediaman styles.
“rumah yang cukup besar untuk mu sendiri har!?” ucap ku sambil melihat sekelilingi pemandangan rumah harry.
“yaaa begitu lah..” jwab nya yg sedang membuka pintu rumah nya.
Aku di suruh duduk sama harry di depan tv yng lumayan besar itu. Ku tertengun melihat barang2 yang indah di dalam rumah nya. Harry yang sedang berganti baju di kamr nya yang berada di tingkat yang kedua. Hanya melihat rumah nya saja aku sudah terhibur, apalagi bergaul dengan tuan rumah nya.
“baiklah claire..enak nya kita jalan kemana ya?” tnya harry yang berada tepat di belakang ku.
“aku pun tak tau..kita jalan2 dekat pantai aja yuk?!” pinta ku yang masih melihat vas bunga yang terlihat sangat indah.
“baiklah..hey claire? Apa kau tak ingin melihat ke belakang?”
“iya..iya...yuk kita pergi................” sambil membalikan badan ku dan....jujur sja aku terkejut saat melihat harry yang berada di belakang ku. Tepat saat ku berbalik badan, wjah ku sangat dekat dengan wajah harry. Otomatis mata kami pun sling bertatapan.
“ehmm...harry?” aku membuka pembicaraan.
“eh? Maaf claire!”
“mm..iya nggak apa2 kok!”
Setelah kejadian itu, ku lihat harry yang hanya terdiam. Kami pun menuju ke tempat tujuan, yup  di pantai. Sesampai di tujuan, aku tak tau mengapa? Ku bertanya-tanya kepada diri ku sendiri, mengapa? Ada apa dengan diri ku? Tangan ku tiba-tiba saja memeggang tangan harry. Dan aku mengajak harry ke tepi pantai tersebut, banyak pengunjung yang menikmati pemandangan pantai. Di bawah pohon kelapa yang rindang, aku mengajak harry duduk di bwah pohon tersebut. Cuaca yg lumayan panas dan angin sepoy-sepoy yang menemani kami, adalah Suasana yang indah di dekat bibir pantai.
“hey…harry?”
“ya! Ada apa Claire?”
“bisakah kita menikmati suasana yang indah ini sekali lagi?” Tanya ku sambil melihat air laut yang berlomba-lomba.
“eh? maksud mu?”
“aku rasa terkadang hidup ini sangat membosan kan! Memang, aku mempunyai segala yang aku punya, tapi aku belum mengerti arti sebuah kehidupan tersebut, karena aku merasa sendiri dan kesepian..” jelas ku sambil bersandar di bahu harry
“aku rasa kau salah Claire! Kau memang tidak dapat merasakan arti sebuah kehidupan jika kau di dalam kegelapan, tapi..seseorang akan datng dan membawa kebahagiaan untuk mu. Di saat itu lah kau tak ingin pisah dengan seseorang tersebut, dan di saat itu lah kau dpat merasa kan arti penting nya sebuah kehidupan” harry yang tiba2 memeggang tangan ku dan berkata..
“kau pantas mendapat kan orang yang sempurna di dalam hidup mu! Jika kau tidak dapat menemukan nya, dia yang akan dtang menjemput mu!”
Dengan tatapan yang mendalam, aku langsung memalingkan wajah ku kembali ke bibir pantai itu.
“hey har…kau tau kan bagaimana rasa nya jika perasaan mu tak terbalas kan sama orang yang kau cintai?” Tanya ku kembali
“ya aku tau…dan sekrang aku sedang mengalami nya!” jwb nya langsung terdiam
“memang nya siapa wanita yang kau cintai?”
“apa aku harus mengatakan nya pada mu juga?” Tanya nya sambil mencubit hidung ku.
“harry!!!!..” teriak ku
Di sore saat matahari mulai tengelam, aku dan harry berlari di bibir pantai tersebut.
Aku dapat kan dia! Apakah mungkin dia yang akan menunjukan ku arti sebuah kehidupan? Di saat aku berada di ujung tanduk, aku ingin di samping nya..
Mencoba melupakan hal yang kita sukai memang lah tak mudah! Tapi aku bertekad akan memulai kehidupan dengan kebahgiaan seperti apa yang dia sampai kan padaku!
Aku..aku..akan mencoba hidup untuk diri nya!
Mimpi yang indah itu telah berakhir, sekarang aku harus menghadapi dunia nyata ku sendiri.
“mom..aku pergi sekolah dulu ya” aku berpamitan kepada ibuku.
“Claire? Hari ini dia sangat berbeda! Aku ingin melihat anak ku dapat tersenyum selama mungkin aku hidup!”batin ibuku berbicara dengan air mata yang menetes dengan sendiri nya yang mempunyai arti tersendiri.
“mom? Kenapa? Kenpa kau menangis?” ku melihat dan mencoba menghapus air mata itu.
Sengaja pagi ini aku berjalan kaki, yaa hitung2 dapat kesehatan juga.
Tak terasa lama, aku pun sampai juga ke sekolah. Baru saja aku memasuki kelas dan yang terjadi….
“hahaha…coba kau lihat itu! Claire, cewek populer, kaya, cuek, dan perfeksionis itu pergi sekolah dengan berjalan kaki” teriak seorang cewek yang memang membosan kan bagi ku untuk menyebut kan nama nya.
“hay Claire..kenpa kau tak menggunakan mobil mu! Apa kau sudah jatuh miskin?” perempuan itu berdiri tepat di hadapan ku dengan pandangan yang tak menyenang kan pula.
“tidak..aku hanya ingin berjalan kaki saja!” jwb ku singkat sambil berpaling dan duduk di bangku ku.
“oh ya? Kau tau Claire, lelaki yang bernama harry itu jangan pernah kau ganggu! Karena dia itu milikku!” ucap nya duduk di atas meja ku dengan tatapan sinis nya.
“ada apa? Apa kau tak suka jika aku mendekati Claire!?” ucap seorang pria yang berada di depan pintu sedang merangkul tas nya.
“ah? Harry?” pikir ku
“eh? tidak kok har! Hey..aku hanya ingin bercanda dengan Claire saja har!” ucap nya merayu harry
“maaf..aku tak perduli tentang itu! Tapi siapa yang melarang ku untuk bergaul?! Kau tau, aku sangat tidak suka di perintah!” ucap harry di depan semua siswa/I yang berada di dalam kelas.
“ta..ta..tapi?” sherly terhenti
“sudah lah pulang saja sana ke kelas mu! Di sini bukan ruangan mu!” ucap harry
“arrrgggg” bentak sherly yang tak tau harus berkata apa.
Harry langsung saja duduk di samping ku, diam, tanpa suara, tapi itu membuat ku penasaran dengan apa yang terjadi.
Pelajaran telah berlangsung, harry tetap saja masih diam. “tak pernah harry se cuek ini?” pikir ku menatap nya. Akhir nya ku putus kan melanjutkan pelajaran tanpa berbicara sedikit pun dengan harry. Agak sulit bagi ku, entah mengapa aku merasa ada sesuatu yang hilang dari diriku, di saat harry tidak berbicara sedikit pun dengan ku. “oh iya Claire..nanti aku ingin bertemu dengan mu di taman belakang sekolah” ucap harry dengan nada cuek.
“eh? baiklah! Har..kenpa dengan kamu? Apa kamu sakit?” Tanya ku dengan gugup. “tidak..nanti saja kita bicara kan di taman!” ucapan nya yang terlihat sedang bermaslah.
Tak seberapa lama, pelajaran telah selesai. Aku langsung menuju taman belakang sekolah, ku lihat zayn yang sendirian di tengah2 taman itu. Dengan wajah yang terlihat murung, dengan perasaan yang cemas, langsung saja aku hampiri dia.
“zayn? Ada apa dengan mu? Kenpa kau tampak sedih?” Tanya ku duduk di samping zayn.
“karly..dia selingkuh di belakang ku!”
“ha? Darimana kau tau?” Tanya ku terkejut
“aku melihat nya sendiri, di restoran dengan seorang pria yang tampan dan kaya” ucap nya tak tahan menahan air mata nya, secara gitu karly udah pacaran sama zayn selama 3 tahun.
“aku turut sedih zayn..”
Pembicaraan ku terpotong, aku merasakan seseorang yang memeluk ku dengan air mata kekecewaan nya. Teman ku sendiri yang mengalami nya, aku tak tau harus berbuat apa. Terdiam dan berpikir, “buat apa aku mempunyai cinta yang selalu menyulit kan!” batin ku mengeluh. Di saat seperti itu ku lihat harry yang menunggu ku di bawah pohon tempat menenangkan diri.
“sudah lah zayn…kau tau, hidup mu sangat lah panjang! Wanita bukan hanya karly! Masih ada yang lain..” ucap ku menenangkan batin zayn.
“terima kasih Claire..kau adalah teman terbaik yg selalu mengerti” ucap nya kembali menghapus air mata nya.
Terlihat di sisi yang berbeda, mary melihat ku dengan tatapan sinis nya.
Aku tau perasaan mary, dia menyukai zayn sejak junior high school. Aku bingung harus menemui siapa dulu, mary atau harry? Tapi aku tak mau ada kesalah pahaman, jadi ku putus kan untuk menemui mary terlebih dahulu. “MARY!!!” teriak ku mencoba mendekati nya.
“kenapa? Kenapa kau mendekati ku? Aku sangat tak senang berteman dengan mu!” ucp nya berpaling dari ku.
“mary..aku tau perasaan mu! Aku minta maaf!” ucap ku meyakin kan mary.
“jika kau tau perasaan ku! Kenapa kau mendekati zayn?! Kau tau berapa lama aku harus menunggu zayn putus dari karly!? Apa kau tau betapa sakit nya aku yang menahan rasa ku sendiri?” ucap nya mendorong diri ku hingga aku terjatuh
“mary..dengar kan sebentar!” aku mencoba bangun.
“apalagi yang harus ku dengar! Itu sudah cukup membukti kan untuk ku! Kau sahabat yang kejam!!” ucapan itu membuat semua orang melihat ku dan mary.
Aku tak tau harus melakukan apa, aku menundukkan kepala ku dan mendengar semua ocehan orang2 yang berada di sekeliling ku. “dia memang kejam! Shabat nya saja bilang seperti itu! Dia hanya ingin berteman dengan orang yang berada selevel dengan nya! Yang aku dengar dia juga mengambil harry dari sherly!”  ucap semua orang yang berbisik-bisik dengan kerabat di samping nya. Aku masih tertunduk, aku takut, aku masih menganggap arti sebuah kehidupan itu tak berarti apa2.
“kenapa?! Kenapa?! Kenapa Claire? Apa kau malu jika image diri mu menjadi rendah?! Aku tau kau tak pernah ingin bersahabat dengan ku! Aku tau aku tak punya segala nya! Aku tak perduli jika kau merendah kah diri ku! Tapi tolong, jangan ambil dia!” ucap mary dengan emosi yang mungkin tak dapat di atur. Aku terdiam mendengar mary berbicara, karena aku tak pernah menilai seseorang dengan jabatan nya. “mengapa Claire?! Mengapa kau hanya diam saja? Kau menilai ku seperti itu kan?!” ucp nya hingga menetes kan air mata. Ku lihat semakin ramai orang yang melihat kejadian ini. Satu langkah ku mendkati mary. tepat di hadapan nya, plak  tangan ku menampar sahabat ku sendiri.
“aku tak pernah melakukan semua itu! Kau salah paham mar, aku hanya lah perempuan biasa! Zayn hanya lah sahabat ku, aku hidup di dalam ke kayaan yang membuat kalian membedakan aku sebagai orang yang kejam! Aku…aku…aku hanya ingin menjadi orang yang baik di mata kalian! Aku menyesal telah membuat mu berfikir seperti itu terhadap ku!” ucap ku terbata-bata, mencoba menahan sakit yg ku rasa. Aku langsung terduduk menangis karena telah membuat orang2 berfikir seperti itu terhadap ku.
“Claire? Apa yang kau lakukan di sini?” Tanya seseorang yang tidak asing lagi bagi ku.
“harry? Maaf aku tak dapat menemui mu di taman!” ucap ku masih tertunduk tak dapat mengangkat wajah ku.
“itu tidak lah apa2 claire! Tapi kau..?”
“Claire..aku minta maaf telah salah paham terhadap mu, aku menyesal!” ucap mary
“tidak apa2 mar..ini memang salah ku!”
“Claire!!” teriak seorang pria mendekati ku. Mereka Louis, niall dan liam dan juga zayn.
“guys…aku menye…sal..!”
Kata2 ku terhenti, aku pingsan di dalam pelukan harry.
“Claire!!!” teriak harry.
Di dalam mimpi yang indah dan berakhir dengan kesedihan, aku terbaring lemas di kasur yang sempit dan menyakit kan itu. Terlihat harry, Louis, dan zayn mengantar kan ku hingga ke ruang pasien. Aku tak sempat melihat ruangan apa yang ku masuki, aku hanya di dorong oleh suster dan dokter.
“dok..aku teman nya! Aku ingin menemani nya!” teriak suara pria tersebut.
“maaf..tidak bisa!” ucap dokter kepada pria tersebut.
Di sekeliling ku yang ku lihat hanya lah seseorang dengan menggunakan baju putih dengan sarung tangan dan stetoskop nya. Aku rasa ini lah terakhir aku melihat dunia, dan diri nya.
HARRY POV
“har…aku telpon ibu nya Claire dulu ya” ucap Louis.
“terserah lah Louis..aku sekarang tak tau apa yang ku rasa kan” ku terduduk berharap masih ada nya kesempatan kehidupan untuk Claire.
“kau kenapa har? Seperti nya kau tau dengan apa yang di alami Claire! Apa kau menyembunyi kan sesuatu dari kami?” Tanya zayn penasran.
“maaf kan aku telah menyembunyi kan maslah ini!” ucap ku
“ada apa? Ad apa dengan Claire?” Tanya niall
“ini baru ku ketahui tadi pagi!”
FLASHBACK
“Aku berencana menjemput Claire di rumah nya, tapi saat aku sampai di rumah nya, ternyata Claire sudah pergi duluan. Aku tak tau mengapa, karena aku ingin banyak tau tentang Claire, aku menanyakan sifat Claire ke ibu nya. Kau tau apa yang ku dpat kan saat bertanya dengan ibu nya. Ibu nya menangis, aku juga tidak tau mengapa? Aku sengaja mendekati ibu nya, dan menenangkan perasaan nya. Sejenak aku terdiam memikir kan apa yang terjadi dengan Claire. Ku dengar semua cerita yang di sampai kan ibu nya Claire. Memang kehidupan yang menyakit kan jika aku menjadi Claire. Baru lah aku berpikir mengapa Claire sangat tak memperdulikan kehidupan nya. Ayah nya meninggal setelah kecelakaan pesawat, saat itu Claire masih berumur 5 tahun. Ibu nya hanya terdiam menangis di dalam kamar nya, semenjak itu Claire tak pernah mendapat kan kasih sayang yang penuh dari orang tua nya. Sesudah kejadian itu juga, Claire menjadi lemah semangat. Dia selalu mencoba menghibur ibu nya, dengan pertanyaan2 yang tak mungkin dpat di jawb oleh ibu nya. Aku tak tau mengapa? Di saat Claire siap untuk masuk sekolah, dia mencoba menyenangkan hati ibu nya dengan cara membanggakan ibunya dengan nilai2 yang di peroleh oleh Claire.” Jelas ku masih tak tau apa yang harus ku bicara kan lagi, karena aku tak tahan dengan semua yang di alami oleh Claire. Aku sendiri saja menyia-nyia kan kehidupan ku sendiri. Aku tak perduli bagaimana sakit nya perasaan orang tua ku sendiri. Karena aku tak pernah mengalami kejadian itu.
“har…ini memang sebuah ujian untuk mu! Walaupun kau adlah orang yang baru di kenal Claire, tapi kau bisa membuat nya senang dan merasa tidak sendirian!” ucap zayn mencoba menyemangat kan ku.
“iya har…berdo’a saja lah semoga Claire baik2 saja!” ucap Louis
“iya..aku yakin Claire baik2 saja, karena tak mungkin orang seceria dia harus..” perkataan niall terhenti karena terlalu percaya dengan perkataan nya. Terduduk tak menerima teman nya yang di kenal nya sejak junior high school sekarang terbaring di rumah sakit.
Tak seberapa lama, ibu Claire datang dengan wajah yang kelihatan khawatir.
“bagimana keadaan Claire niall?” Tanya ibu Claire menahan tangis nya.
“aku juga tidak tau bagaimana keadaan nya sekarang ini”
“oh Claire..ada apa dengan mu? Kenapa?” teriak nya di depan pintu kamar Claire.
Detik, menit pun telah ku lewati tanpa satu orang pun yang keluar dari kamar Claire.
Sekitar 45 menit kemudian, dokter pun keluar.
“bagimana dok dengan anak saya?” Tanya ibu Claire cemas.
“tenang bu, dia baik2 saja, hanya saja mungkin dia nggak makan pagi, jadi kondisi tubuh nya melemah” ucap dokter itu tersenyum.
“apa??!!! Aku kira dia sakit kenapa, ternyata Cuma gara2 nggak makan!” ucap niall tertwa.
“hahaha…harry?” terdengar tawa Claire yang berada tepat di belakang ku.
CLAIRE POV
“hay har..?” Tanya ku melihat wajah harry yang khawatir.
“Claire?” dia memeluk ku sangat erat seakan tak ingin jauh dari ku.
“wow..ternyata kau selama ini manyukai Claire ya har?” ucap zayn
“kau tau Claire..kau sangat kejam dengan melakukan ini! Apa jangan2 cerita yang di sampai kan ibu mu tadi pagi itu semua juga hanya kerjaan mu saja?” ucap nya tertawa kecil
“ehmm..iya! tapi soal ayah ku, itu memang benar! Dan kau..”
“oh ayolah…jangan buat kami harus melihat kejadian ini! Seharus nya hanya kalian berdua saja! Bukan kah ini mengganggu kalian kalau kami disini?” ucap Louis merebah kan kedua tangan nya.
“Louis! Kau teman terbaik!” ucap ku sambil memeluk Louis
“oh..bagimana dengan kami? Kami mau kau apa kan?” ucap liam mendekat.
“hahaha..kalian semua teman terbaik ku!”
Sore itu, kejadian itu. Semua yang ku lalui dengan penyesalan dan kebahagiaan, akhir nya menemukan jalan nya sendiri. Ibuku, Louis, niall, liam dan zayn memutus kan untuk pulang duluan. Yup..tinggal aku berdua harry. Harry mengajak ku ke pantai, tempat pertama saat aku dapat mengerti sebuah kehidupan. Sore telah berganti malam dengan bulan yang terang di langit dan di temani bintang2 yang indah menghiasi malam kami.
Pemandangan di pantai saat malam hari…
Kau dapat membayangkan nya kan?
Pantulan cahaya bulan dan bintang di laut yang luas itu…
Berpegangan tangan dengan orang yang kau cintai..
Menikmati pemandangan tersebut dengan hembusan angin yang menenangkan diri..
Apakah semua ini berakhir dengan kebahagiaan seperti ini?
Atau kah dengan kesedihan yang menyakit kan?
Yang ku pikir kan hanya lah…
Akhir nya aku dapat pergi ke pantai ini untuk kedua kali nya bersama harry…
Ku tatap mata harry yang bersinar terkena pantulan rembulan..
Dia menatap kembali..
Dia memeluk ku dengan kehangatan nya..
Duduk di bawah sinar rembulan yang indah..
Harry mencium ku di saat aku menatap nya..
Perasaan yang tak ingin jauh dari nya..
Apakah harry orang yang selama ini aku cari?
Pertanyaan itu tumbuh dengan sendiri nya di hidup ku..
Di sekolah..
Ku lihat semua orang sibuk dengan selembar kertas. “hay Claire!” sapa perempuan itu.
“hay..apa isi kertas itu? Mengapa kalian sangat kegirangan saat membaca nya?” Tanya ku.
“ini pesta dansa yang di adakan di rumah harry styles! Kau tau, semua orang ingin menikmati pesta tersebut bersama harry! Mungkin karena dia tampan dan kaya!” ucap perempuan tersebut.
Aku terdiam sejenak, berpikir “ mengapa harry tak mengundang ku?”.
“hay Claire..!?” sapa seorang pria yang tak lain adalah Louis.
“apa kau akan pergi malam ini ke rumah harry?” tambah nya
“aku mungkin tidak akan pergi lou, aku saja tidak mendapat kan undangan itu!” ucap ku sambil duduk mengayun kan kedua kaki ku.
“ah? Tentu saja harry tak mengundang Claire..dia kan membawa seorang gadis yang di jodoh kan ayah nya” batin Louis.
“hay Louis..kau tau mengapa harry tak mengundang ku? Padahal semalam kami baru saja bersenang-senang!” ucap ku tetap memandang lurus
“aku ingin kau pergi malam ini Claire! Jadi kau pergi bersama ku saja!” ucap Louis tampak khawatir.
“ah..tak perlu Louis, harry tak mengundang ku! Masa aku harus pergi ke pesta nya? Nggak mungkin kan!?”
“aku mohon..jika kau pergi, kau akan tau mengapa harry tak mengundang mu!”
“tapi….baiklah aku akan pergi!”
Saat matahari tengelam aku menunggu seseorang di depan rumah ku.
Cukup lama aku menunggu nya, dan akhir nya dia datang juga. Yup Louis yang menjemput ku.
Setengah jam kemudian akhir nya sampai juga aku dan Louis di rumah harry yang megah, aku memang pernah memasuki rumah harry.
Saat aku memasuki ruangan tengah, terlihat ramai orang-orang yang sibuk dengan pasangan nya.
“di sini ramai sekali lou!” ucap ku terasa malu.
“tak apa Claire” ucap nya meyakin kan ku.
Sekitar 20 menit, acara puncak pun di mulai. Ku lihat harry menuruni tangga satu per satu di temani oleh seorang gadis yang cantik.
“ah? Tidak mungkin? Harry? Apakah mungkin?!” aku menutup mulut ku dengan kedua telapak tangan ku karena tak percaya dengan apa yang ku lihat.
“Claire..kau tau siapa harry! Apa kau tak tau jika perempuan tersebut telah di jodoh kan dengan harry?” ucap Louis memandang lurus pandangan nya terhadap perempuan itu.
”dia adalah orang yang aku cintai, tapi aku harus merelakan nya bertunangan bersama harry. Sebenar nya aku tak bisa menerima semua ini! Tapi..pada hari ini juga mereka akan bertunangan di depan kita semua! Aku sebenar nya tak bisa melepas kan dia bersama harry kalau bukan hanya gara2 perjodohan yang di lakukan oleh orang tua nya layla! Harry sebenar nya tak tega melakukan semua ini, karena dia tak pernah menyukai perjodohan apalagi gadis itu adalah milik sahabt nya sendiri!” jelas Louis menahan kekesalan terhadap kedua orang tua layla.
“Louis..aku hanya tak sanggup melihat semua ini! Aku..aku ingin pergi saja dari sini!”
“jangan Claire…itu percuma! Jika kau keluar, harry akan melihat mu!” Louis menahan ku.
HARRY POV
“apakah itu Claire?” pikir ku
“aku merasa bersalah dengan semua ini! Aku tak bisa menerima semua ini!” hati ku terus merasa bersalah terhadap seseorang yang aku cintai.
Ku hentikan langkah kaki ku
“ada apa har?” Tanya layla mendekati ku
“tidak..sebenar nya aku tak ingin ini semua terjadi! Aku tak bisa menerima layla sebagai tunangan ku! Aku masih muda dad! aku ingin bersama dengan orang yang benar2 aku cintai, tidak dengan cara ini!” teriak ku menuntut ayah ku sendiri.
CLAIRE POV
“harry….” Batin ku berbicara.
“aku..aku mencintai claire dad..!” teriak harry menghadap ayah nya dan melihat diri ku.
“kau gila har! Apa yang kau lakukan?! Jangan buat malu daddy mu ini!” ucap ayah harry sambil memarahi nya.
“aku tak bisa melakukan ini! Aku tak mengetahui siapa layla! Yang aku tau layla adalah pacar louis, teman ku sendiri! Aku tak bisa..aku tak bisa melakukan semua ini!” bentak harry bersujud di hadapan ayah nya.
”harry..” ucap louis kecil mengenggam tangan nya.
Ku lihat wajah ayah harry terlihat gusar dan semakin terlihat memarah melihat kelakuan anak nya. Berbeda dengan ibu nya harry, dia terlihat mengerti apa yang di rasa kan harry sekarang ini.
“iya om..saya juga tidak bisa menerima perjodohan ini! Yang di katakan harry memang benar, saya adalah pacar teman nya dan saya sebenar nya tak ingin ini semua terjadi kalau bukan karena orang tua saya!” layla membuka pembicaraan meyakin kan orang tua nya dan orang tua harry. Keluarga layla memang lah sangat lah kaya dan terkenal.
“anak ku..ibu mengerti apa yang kau rasa kan, ibu mengerti nak! Lakukan lah apa yang ingin kau lakukan sekarang ini! Jangan pernah kau menyia-nyia kan orang yang kau cintai itu nak!” ibu harry mendekati harry sambil memeluk nya.
“ibu..apa kau ingin bertemu dengan wanita yang aku cintai? Dia sekarang berada di sini, aku ingin memperkenal kan dia kepada kalian, hanya saja biasa kalian terlihat sibuk!” harry menghapus air mata nya.
“baiklah harry..siapa wanita tersebut? Tunjukan lah ke ayah dan ibu!”
Harry berlari mendekati ku, tepat di depan ku dia berhenti. Menatap ku dengan senyuman saat pertama aku menjumpai nya di sekolah, dengan hiasan air mata kebahagiaan, harry menarik tangan ku dan berjalan menuju ke tempat kedua orang tua harry. Di depan ramai nya orang yang menyaksikan kejadian malam ini.
“siapa nama mu? Siapa nama orang tua mu?” tanya ayah harry meredakan kemarahan nya.
“eh? Nama ku claire mcglues, nama ayah ku robert c. Mcglues! Aku minta maaf telah menghancur kan pesta pertunangan ini! Jawab ku tak dapat mengangkat wjah ku sendiri.
“apa? Jangan2 kau? Apa ayah mu meninggal karena kecelakaa pesawat?” tanya ayah harry semakin membuat ku gugup dan tak mengerti, mengapa dia tau akan semua tentang ayah ku.
“iya..iya..memang nya kau siapa ayah ku?”
“aku sangat senang dapat bertemu dengan mu claire! Aku dulu adalah seorang bawahan ayah mu, dia adalah pemimpin yang baik! Aku sangat senang kau adalah kekasih harry!” ucapan nya membuat ku terkejut, di saat dia memeluk ku dan berkata lagi.
“ayah mu menitip kan kau untuk anak ku, tapi ku pikir kau sudah meninggal karena kecelakaan itu juga. Ternyata itu tak benar, kau masih berdiri di sini dan tanpa ku jodoh kan kau ternyata memang sudah akrab dengan harry”
“dad...jangan lama2 aku di sini!” ucap harry mengejek
“eh? Harry?”
“hahaha...bersenang-senang lah kalian semua malam ini!” ucap ayah harry kepada semua orang yang berada di ruangan pesta tersebut.
“hey claire..aku sangat senang kau datang ke sini, dan maaf karena aku tak dapat mengundang mu!”
“itu lah maslah nya! Kau kejam, karena tak mengundang ku!”
“maaf..maaf...hey, bagaimana kalau kita berdansa berdua?” tangan harry memeggang kedua tangan ku.
Malam itu..
Kami berdansa berdua sampai larut malam..
Louis bersama layla terlihat bahagia..
Di malam itu juga lah..
Aku merasa tak ingin jauh dari harry..
Aku memeluk nya dengan perasaan takut...
Hidup ku terasa bahagia saat aku bersama harry...
Kehidupan ku berjalan seperti biasa..
Yang tak biasa, hanya lah..
Aku dapat bersama harry selama yang aku ingin kan...
Aku mencintai nya..
To be continue…
By: Nurul riesky arvianti
Next story :Antara aku dan dia part 2 : who is she?
Note : thanks for read J